Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Wisata Sejarah Awal Industri di Dua Pabrik Gula Sidoarjo, Ini Foto-fotonya

M Saiful Rohman • Senin, 24 Juni 2024 | 23:25 WIB

 

BELAJAR : Para peserta menyusuri bekas Pabrik Gula Watoetulis di Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
BELAJAR : Para peserta menyusuri bekas Pabrik Gula Watoetulis di Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO - Bangunan bekas pabrik gula di Sidoarjo dijadikan sebagai wisata sejarah oleh sekelompok komunitas Tilik Mburi. Mereka rutin melakukan kunjungan ke bekas pabrik gula yang tak lagi beroperasi tersebut.

Founder Komunitas Tilik Mburi, Radhitya Probo mengatakan, peserta diajak berkunjung di tiga pabrik gula. Dua pabrik gula yang ada di Sidoarjo dan satu di Pasuruan.

"Di Sidoarjo kami berkunjung ke Pabrik Gula Tulangan dan Watu Tulis, Kecamatan Prambon, untuk Pasuruan di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia," jelasnya saat ditemui, Senin (24/6).

Pabrik Gula Watoetulis di Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
Pabrik Gula Watoetulis di Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

Pegiat sejarah sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Terdapat 50 peserta berasal dari berbagai daerah. Mulai dari Sidoarjo, Surabaya, Banyuwangi, Yogyakarta dan lain sebagainya.

Menurut laki-laki yang akrab disapa Dito itu, kegiatan tersebut sangat penting bagi masyarakat. Tujuannya untuk mengetahui sejarah awal industri di Jawa Timur bermula dari pabrik gula.

Pabrik Gula Watoetulis di Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
Pabrik Gula Watoetulis di Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

"Di Sidoarjo mempunyai 15 pabrik gula lebih, hampir semua kecamatan Sidoarjo mempunyai pabrik gula," terangnya.

"Dari situlah awal mula kami ingin mengenalkan sejarah ke masyarakat, karena dalam bahasa pecinta sejarah itu ada gula, ada semut dan selimut, itu menjadi rangkaian cerita menarik yang tumbuh di masyarakat," imbuhnya.

Pabrik Gula Watoetulis di Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
Pabrik Gula Watoetulis di Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

Dito berharap, kegiatan semacam itu dapat menjadi wisata minat khusus yang dapat dikembangkan di Sidoarjo. Untuk dijadikan sebagai pengetahuan terhadap sejarah kehidupan di sekitar pabrik gula.

Salah satu peserta, Sri Rahayu mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. Saking senangnya, ia mengajak kedua anaknya.

Pabrik Gula Watoetulis di Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
Pabrik Gula Watoetulis di Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

"Tujuan saya ikut kegiatan ini, karena memang ingin memberikan edukasi kepada anak saya, bagaimana proses pembuatan gula hingga sampai ke konsumen," ungkapnya.

Peserta lainnya, Hafidzoh Maulidya mengaku ingin menelusuri sejarah pabrik gula. Apalagi pabrik gula di Sidoarjo memiliki nilai historis yang sangat panjang.

Pabrik Gula Watoetulis di Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
Pabrik Gula Watoetulis di Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

"Dari sejarah saya bisa belajar lebih bijak, saya akan bisa belajar banyak hal, dari nilai tersebut itu yang membuat aku tertarik," pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Wisata #Bangunan #Sejarah #Komunitas #Pabrik Gula