Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

16 Orang Meninggal Akibat Laka Lantas, Jalan Raya Trosobo dan Balongbendo Sidoarjo Jalur Tengkorak

Diky Putra Sansiri • Senin, 8 April 2024 | 15:46 WIB

 

 

TRAGIS : TKP kejadian kecelakaan di Taman. (IST)
TRAGIS : TKP kejadian kecelakaan di Taman. (IST)

SIDOARJO - Selama Maret 2024, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Sidoarjo cenderung menurun. Akan tetapi, hal tersebut tidak diiringi penurunan fatalitas. Fatalitas laka justru mengalami kenaikan.

Hal tersebut diketahui dari analisis dan evaluasi (anev) Satlantas Polresta Sidoarjo. Saat dikonfirmasi pada Senin (8/4), Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo AKP Ony Purnomo menyebut, angka korban meninggal mencapai 16 orang pada Maret lalu.

Jumlah tersebut naik lima orang jika dibandingkan pada Februari 2024. Fakta itu menjadi perhatian khusus dari pihaknya dalam mengurangi adanya korban meninggal dalam kejadian laka.

"Jumlah lakanya menurun, tapi fatalitasnya naik,’’ ujarnya.

Total ada 162 korban dari 117 kejadian pada Maret. Sedangkan, pada Februari, ada 160 orang yang menjadi korban dari 123 kejadian laka lantas.

’’Semoga bulan ini bisa turun, begitu pun dengan angka kematiannya,’’ harapnya.

Fakta yang terjadi, bahwa korban meninggal akibat laka lantas pada Maret merupakan pengendara motor. Ony tidak memungkiri bahwa pengendara motor paling rawan dalam laka.

’’Biasanya penyebab laka karena gagal salip, terus tertabrak atau terlindas kendaraan besar,’’ terangnya.

Sementara itu, waktu yang paling sering terjadi laka lantas adalah pukul 00.00-06.00 dan 06.00-12.00. ’’Kalau dinihari kemungkinan mengantuk, kurang hati-hati. Jika pagi hari orang beraktivitas dan sedang terburu-burunya,’’ imbuhnya.

Di antara 16 orang yang meninggal, lima orang meninggal dalam laka di Jalan Raya Trosobo, Taman. Sisanya masing-masing tiga orang yakni di Krian dan dua orang di Balongbendo.

Dari data tersebut, Ony mengungkapkan bahwa Jalan Raya Trosobo, Jalan Raya Ciro Bakung Temenggungan, Balongbendo dan Jalan Raya Pahlawan, Krian menjadi wilayah jalur tengkorak atau black spot.

’’Kami telah memperketat pengawasan pelanggaran dan sebelumnya sempat meruqyah jalan di jalur black spot sebagai upaya mengurangi angka kecelakaan,’’ tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Kecelakaan #Satlantas #jalur tengkorak #Tewas