Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Debit Air Naik, Warga Gempolsari Tanggulangin Trauma Tanggul Lumpur Sidoarjo Jebol

M Saiful Rohman • Kamis, 14 Maret 2024 | 23:52 WIB

 

HUJAN SETIAP HARI: Debit air semakin dekat jaraknya dengan bibir tanggul. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
HUJAN SETIAP HARI: Debit air semakin dekat jaraknya dengan bibir tanggul. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO - Warga Desa Gempolsari Kecamatan Tanggulangin mulai khawatir tanggul lumpur jebol. Karena tempat penampungan terus mengalami kenaikan.

Selain berasal dari semburan, air juga berasal dari hujan yang secara terus menerus mengguyur kawasan tersebut. Apalagi saat ini masih berada di puncak musim penghujan.

Pantauan Radar Sidoarjo, saat ini permukaan air berjarak 100 sentimeter dengan bibir tanggul. Apalagi pada Oktober 2018 lalu pernah terjadi tanggul ambles di lokasi tersebut.

Salah satu warga Gempolsari, Sukardi mengaku tak nyenyak saat tidur malam. Akibat khawatir sewaktu-waktu tanggul jebol.

"Warga yang tinggal di RT 11 hingga RT 16 ini resah dan kawatir apabila tanggul penahanan lumpur itu jebol," ucapnya saat ditemui di rumahnya yang tepat di depan tanggul penahan lumpur, Kamis (14/3).

"Bahkan semua warga di 6 RT ini setiap malamnya tidak bisa tidur nyenyak, lantaran kepikiran seandainya tanggul penahanan lumpur itu jebol," imbuhnya.

 Baca Juga: Tanggul Sungai Tarik Sidoarjo Jebol, Sawah di Balongbendo Terdampak Besar

Hal yang sama disampaikan oleh warga lainnya, Wasita. Dia mengaku khawatir terjadi tanggul jebol. Apalagi akhir-akhir ini jalan selalu basah karena rembesan air.

"Hampir setiap hari hujan, warga merasa resah dengan kondisi tanggul, apabila sewaktu-waktu tanggul tersebut jebol," keluhnya.

Wasita merasa tak lagi nyaman, sejak adanya tanggul penahan lumpur rumah warga banyak yang rusak. Ditambah selama ini ia harus menanggung beban hidup.

"Selain itu juga kesulitan dengan air bersih, setiap hari untuk kebutuhan sehari-hari harus membeli air bersih, karena kalau air sumur kan nggak bisa," ujarnya.

Begitu juga dengan Suhar, ia mengaku sudah resah sejak lama. Semenjak Pelaksana Penanggulangan Lumpur Sidoarjo ( PPLS) membuat tanggul penahanan lumpur.

"Tanggul penahanan lumpur itu pernah ambles pada bulan Oktober 2018, dikhawatirkan warga pada saat debit air tinggi seperti ini tanggulnya ambles. Kami trauma," ungkapnya.

Dia berharap agar PPLS segera mengurangi debit air. Agar warga tak lagi resah dan meminimalisir jebolnya tanggul.

Sementara itu, Kepala Desa Gempolsari Abdul Haris belum memberi jawaban saat dihubungi. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Lumpur #Gempolsari #tanggul #Tanggulangin #Hujan #Jebol