Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Ini Imbauan Makanan dari Gus Muhdlor agar Sidoarjo Zero Stunting

M Saiful Rohman • Rabu, 14 Februari 2024 | 01:58 WIB

 

SEMANGATI: Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dalam Workshop Hari Gizi Nasional di Pendapa Delta Wibawa. (IST)   
SEMANGATI: Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dalam Workshop Hari Gizi Nasional di Pendapa Delta Wibawa. (IST)  

SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor meminta Dinas Kesehatan Sidoarjo untuk masif melakukan edukasi dan memberikan intervensi perbaikan gizi kepada masyarakat.

Hal ini sebagai upaya untuk memenuhi gizi khususnya protein hewani untuk mencegah stunting dan kurang gizi pada generasi emas di Sidoarjo.

“Pemenuhan gizi khususnya pada protein hewani ini harus dicukupi pada makanan pendamping ASI (MPASI) anak usia 6 bulan untuk mencegah terjadinya stunting,” katanya di sela Workshop Hari Gizi Nasional ke-64 dengan tema “MPASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting” di Pendapa Delta Wibawa, Selasa (13/2).

Dari Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2022 menunjukkan rata-rata konsumsi protein per kapita sehari sebesar 62,21 gram atau di atas standar 57 gram.

Merujuk data tersebut, Gus Muhdlor sapaan akrab Bupati Sidoarjo itu, mengatakan bahwa pemenuhan protein hewani di Sidoarjo masih kurang dari standar nasional yaitu hanya sebesar 56,30 gram.

“Meskipun Kabupaten Sidoarjo ini UMK-nya tinggi, ternyata asupan hewaninya masih ada margin 5,91 gram dari standar nasional, sehingga hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kami,” ucapnya.

Selain pemenuhan gizi, kata dia, untuk menuju zero stunting adalah dengan upaya menggalakkan gerakan mengASIhi (memberikan ASI) hingga 2 tahun.

“Hal ini dibutuhkan oleh para ibu-ibu untuk terus memberikan ASI kepada anaknya sampai usia 2 tahun. Upaya ini juga sejalan dengan Dinkes yang telah menganjurkan semua perusahaan agar memberikan ruang laktasi bagi ibu-ibu pekerja,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, Sidoarjo kaya akan protein hewani seperti udang dan bandeng yang menjadi lambang Sidoarjo.

“Jika dibandingkan dengan salmon, kandungan omega 3 pada bandeng lebih tinggi, sehingga bandengan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi selain harga relatif murah dari pada salmon,” jelasnya. 

Fenny menambahkan, protein hewani seperti susu, telur, ikan, dan ayam juga efektif untuk mencegah stunting karena mengandung asam amino, mineral, vitamin yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Angka stunting ini akan dapat kita cegah bersama-sama dengan cara perbanyak konsumsi protein hewani lebih dari satu jenis,” ucapnya.

Dari data Dinas Kesehatan Sidoarjo mencatat angka stunting di Sidoarjo tahun 2022 sebesar 14,8 persen, naik pada tahun 2023 sebesar 16,1 persen, kemudian akhir tahun 2023 turun 7 poin atau hanya satu digit (belum dirilis secara resmi oleh Kemenkes). (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#gizi #Muhdlor #Dinas Kesehatan #Bupati #Stunting