SIDOARJO - Hujan deras yang masih mengguyur Sidoarjo mengakibatkan sejumlah titik tergenang banjir. Salah satunya di Desa Sidodadi, Kecamatan Taman.
Banjir di Jalan Mawar, Dusun Sambirono Wetan itu telah terjadi sejak, Rabu (3/1). Akan tetapi hingga saat ini genangan banjir tersebut belum juga surut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Dwijo Prawito mengatakan, terkait hal tersebut ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo.
Tujuannya untuk mengatasi hal itu dengan memasang pompa penyedot air.
"Rencananya PUBMSDA akan pasang pompa untuk mempercepat penurunan genangan air," ucapnya, Senin (8/1).
Sementara itu, Kepala Dinas PUBMSDA Dwi Eko Saptono mengaku telah meninjau lokasi banjir. Ia mengatakan jika banjir disebabkan karena sungai kecil atau avoer Kemendung yang meluber dan sempit.
"Avoer ini sering meluber atau overtop, tadi pun kami lihat memang ada beberapa hambatan, seperti tumbuhan dan bangunan liar, begitu juga jembatan liar, sehingga menghambat aliran air," katanya.
Hal tersebut membuat aliran sungai menjadi terhambat dan meluber. Karenanya ia akan menurunkan ekskavator untuk menormalisasi sungai.
"Akan kami turunkan ekskavator kecil dan ponton untuk normalisasi avoer Kemendung sejauh kurang lebih 1,2 kilometer, kami bersihkan dan akan kami lanjutkan pemasangan plengsengan sepanjang 150 meter,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan memasang dua pompa. Terlebih daerah tersebut masuk dalam kategori rawan banjir.
Baca Juga: Penanganan Banjir Tanggulangin Butuh Bantuan Provinsi dan Pusat
Pihaknya juga telah membuka pintu air di hilir sungai terdekat. Sehingga, saat ini sudah ada penurunan debit air.
“Pagi tadi saya cek, saya pakai sepatu paling pol tujuh centimeter, informasinya temen-temen subuh sempat mengering, tapi naik lagi, setelah kami cek ternyata tadi penyebabnya,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista