SIDOARJO - Pesawat Pelita Air bernomor penerbangan IP205 PKPWD, tujuan Surabaya-Cengkareng batal lepas landas, Rabu (6/12). Lantaran adanya isu ancaman bom di dalam pesawat.
Seluruh penumpang di pesawat tersebut dievakuasi kembali ke ruang tunggu bandara dengan bus. Hingga pukul 15.30, seluruh penumpang masih menunggu di dalam bus.
Pesawat tersebut sedang diperiksa petugas. Sejumlah petugas keamanan bandara masuk ke dalam pesawat, seorang pria yang duduk di kursi 14 A diamankan petugas.
Alasannya, diduga informasi adanya bom pertama kali berasal dari pria tersebut. Namun, dia mengaku hanya bercanda. Sementara itu, di runway terdapat banyak petugas, saat proses evakuasi penumpang.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, seorang pria yang diamankan di dalam pesawat, saat ini sedang diperiksa POM Lanudal Juanda.
Pemilik akun X @gerryS Gerry Soejatman, salah satu akun di Twitter, mengatakan, ancaman bom itu terjadi. "BREAKING: Pelita Air IP205 PKPWD, SUB-CGK, bomb threat prior to take off, aircraft moved to remote area. Semoga bukan bom beneran! ????," jelas Gerry diakunnya.
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda Sisyani Jaffar mengklarifikasi, pesawat Pelita Air bernomor penerbangan IP205 PKPWD mengalami keterlambatan penerbangan.
"Keterlambatan penerbangan dikarenakan terdapat penumpang yang bercanda membawa bom," katanya.
Menurut Sisyani, menindaklanjuti hal tersebut pesawat diarahkan ke isolated parking area. Guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas gabungan Bandara Juanda.
"Hasil pemeriksaan tidak ditemukan ancaman dimaksud," tegasnya.
Tindakan tegasnya, saat ini yang bersangkutan sudah diamankan dan dibawa oleh POM Lanudal Juanda. Atas kejadian tersebut, tidak terjadi gangguan operasional penerbangan dan masih berjalan dengan normal. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista