SIDOARJO - Sisa peninggalan Kerajaan Majapahit banyak ditemukan di Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya Candi Dermo yang berlokasi di Desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu.
Candi Dermo dibangun oleh Kerajaan Majapahit, pada masa kepemimpinan Adipati Terung di tahun 1353 masehi.
Menurut penjaga situs, Ghozali, Candi Dermo merupakan gapura atau pintu gerbang untuk menuju kawasan suci Majapahit. Meski begitu bangunan yang dianggap suci hingga saat ini belum dapat ditemukan.
Karena itu, pada tahun 2015, dilakukan pemugaran tahap pertama, dan dilanjutkan pada 2016.
"Pernah dilakukan konservasi beberapa kali untuk mencari dugaan adanya sumuran," ucapnya saat ditemui di area Candi Dermo.
Pengamatan dilakukan untuk mencari bentuk arsitektur dan situs lain yang ada di sekitar Candi Dermo. Terlebih, pada saat itu Candi Dermo mengalami kerusakan, dimana terdapat bagian candi yang sudah keropos.
Hingga saat ini, imbuh Ghozali, Candi Dermo masih digunakan untuk ritual oleh masyarakat. Kendati menjadi tempat yang diagungkan, Candi Dermo juga menjadi salah satu cagar budaya yang banyak dikunjungi. Sebanyak 200 orang setiap hari rata-rata berkunjung ke tempat tersebut.
"Tujuannya rata-rata sebagai tempat edukasi sejarah. Karena pengunjung kebanyakan dari kalangan pelajar," ujarnya.
Terdapat beberapa benda yang tampak seperti pahatan relief di sekitar bangunan candi.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih mengatakan, potensi Candi Dermo menjadi wisata jujukan sangat besar. Karena itu dia berharap Pemkab Sidoarjo maupun instansi yang berwenang lainnya bisa menambah fasilitas tambahan agar pengunjung semakin nyaman.
“Candi Dermo menjadi salah satu tempat edukasi yang cukup baik bagi masyarakat Sidoarjo. Sebab tempat tersebut tersimpan banyak nilai-nilai sejarah kejayaan Kerajaan Majapahit. Kawasan tersebut juga dapat menjadi tempat wisata budaya, yang mampu memperkenalkan warisan leluhur di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista