SIDOARJO - Proses revitalisasi Pasar Larangan di Sidoarjo telah dimulai tanpa penundaan lebih lanjut. Setelah pedagang pancakan ditertibkan pada Senin (31/7), saat ini alat berat sudah mulai dikerahkan. Lokasi revitalisasi ada di lahan sebelah timur pasar yang berupa pengerjaan saluran. Selain itu, pohon-pohon di lahan tersebut juga telah dipangkas sebagai bagian dari pembangunan saluran.
Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) Sidoarjo Widiyantoro Basuki mengatakan, selain perbaikan saluran, lahan tersebut juga akan diubah menjadi taman. "Akan dikembalikan fungsinya sebagai lahan hijau," katanya.
Pria yang akrab disapa Wiwit itu menjelaskan, meski sempat terjadi bentrok, namun sebanyak 130 pedagang akhirnya berhasil direlokasi ke sisi barat pasar. Stan untuk berjualan bagi para pedagang bahkan sudah disiapkan.
Dia menegaskan, para pedagang dapat segera berjualan di tempat yang telah disediakan tersebut. Sehingga tidak mengganggu kegiatan berdagang mereka sehar-hari.
Mantan Kepala Satpol PP Sidoarjo itu menjelaskan, penertiban pedagang bertujuan untuk menciptakan citra Pasar Larangan yang bersih dan nyaman. Sebab pasar tersebut berada di lokasi strategis di tengah kota dan dianggap sebagai wajah Sidoarjo. Oleh karena itu, revitalisasi dan perbaikan pasar menjadi penting untuk memenuhi harapan masyarakat akan pasar yang lebih modern dan tertata.
Dalam proses revitalisasi, Disperindag Sidoarjo tidak hanya fokus pada Pasar Larangan, tetapi juga berencana untuk melakukan revitalisasi pada pasar-pasar lain di Kota Delta. "Secara bertahap kami akan memperbaiki dan meningkatkan kualitas seluruh pasar tradisional," imbuhnya.
Diharapkan dengan revitalisasi tersebut, Pasar Larangan Sidoarjo akan menjadi pusat perbelanjaan yang lebih menarik. Serta memberikan pengalaman berbelanja yang nyaman bagi warga Sidoarjo dan pengunjung dari luar daerah. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista