SIDOARJO - Perwakilan pengurus paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kompleks GOR tepatnya di jalan Ponti telah bertemu dengan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor. Mereka membahas masalah relokasi tempat berjualan mereka.
Salah satu pengurus PKL GOR Totok Wahyu menjelaskan, hasil pertemuannya membuahkan solusi yang disepakati. Yakni 25 PKL yang saat ini berjualan di atas trotoar tersebut untuk sementara diperbolehkan berjualan di dalam kawasan GOR. "Kami diperbolehkan jualan sampai Sabtu (29/7) karena awal Agustus pengerjaan proyek dimulai," katanya.
Namun, terkait lokasi berjualan di dalam kompleks GOR, Totok mengungkapkan bahwa hal tersebut masih dalam tahap pembahasan. Bupati Ahmad Muhdlor telah menunjuk empat dinas terkait untuk mencarikan lokasi yang tepat dalam kompleks GOR.
Dinas-dinas tersebut antara lain Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dinkop UMKM), Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) , serta Sekda Sekretaris Daerah (Sekda).
Para PKL berharap agar proses relokasi dapat berjalan lancar dan mendukung keberlangsungan usaha mereka. Solusi yang ditemukan melalui dialog tersebut diharapkan dapat menguntungkan semua pihak. "Juga menciptakan keseimbangan antara kepentingan para PKL dengan pembangunan di Sidoarjo," ujarnya. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista