Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Warga Desa Punggul Gedangan Tidak Melupakan Jasa Ulama

Vega Dwi Arista • Rabu, 28 Juni 2023 | 00:25 WIB
KHIDMAT: Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor saat menghadiri haul Kiai Rois di Gedangan.
KHIDMAT: Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor saat menghadiri haul Kiai Rois di Gedangan.

 

SIDOARJO - Pembangunan komplek makam Kiai Rois sesepuh sekaligus ulama yang dilakukan warga Dusun Ngudi, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan sebagai bentuk hormat dan takdzimnya warga terhadap jasa leluhurnya. Setiap tahun mereka menggelar peringatan haul Mbah Kiai Rois. Makamnya berada di komplek makam Islam Desa Punggul.

Kecintaan warga Punggul terhadap Mbah Kiai Rois tidak dapat dipungkiri. Kemarin warga Desa Punggul juga baru saja rampung merenovasi makam ulama tersebut. Dibangun lebih baik agar peziarah dapat nyaman berdoa.

Makam tersebut sangat spesial bagi warga. Oleh karenanya warga Desa Punggul mengundang Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor untuk meresmikan sekaligus memperingati haul Kiai Rois ke 102. Salawat Ishari didatangkan untuk menyambut bupati. Sebelumnya istigosah digelar dimakam tersebut.

Lantunan doa dipanjatkan ratusan warga Desa Punggul bagi sesepuh desanya. Mereka juga mendoakan keberkahan bagi desanya. Dan juga kesejahteraan bagi warganya.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor bangga dengan apa yang dilakukan warga Desa Punggul. Mereka tidak lupa jasa ulama sekaligus sesepuh desanya. Rasa hormat warga desa terhadap orang yang berjasa membangun desanya ditampakan. Dengan suka hati mereka mempercantik makam Mbah Kiai Rois. Menurutnya hal ini menjadi ciri desa yang kuat. Desa dengan masyarakat yang selalu ingat akan sejarah yang torehkan pendahulunya.

"Haul seperti ini menjadi bukti kecintaan warga Desa Punggul terhadap orang yang telah berjasa bagi desanya," ucapnya.

Menurut Gus Muhdlor sapaan bupati, Mbah Kiai Rois menjadi salah satu ulama bagi kemajuan Islam di Kabupaten Sidoarjo. Dikatakannya, Sidoarjo pernah menjadi salah satu pusat peradaban Islam di Nusantara. Itu 200 tahun yang lalu. Keberadaan dua pondok pesantren di Kecamatan Buduran menjadi buktinya.

Ponpes Sono di Desa Sidokerto dan Ponpes Al-Hamdaniyyah Desa Siwalanpanji. Meski saat ini yang masih berdiri Ponpes Al-Hamdaniyyah Desa Siwalanpanji. Dari literatur menyebutkan kiai-kiai besar pernah menimbah ilmu di sana. Salah satunya pendiri NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari.

"Saya sangat percaya di tahun-tahun itu Kabupaten Sidoarjo pernah menjadi pusat perkembangan Islam, antara pertengahan tahun 1800 dan awal tahun 1900, semua kiai besar yang akan mondok di Bangkalan pasti mondok terlebih dahulu di dua pondok di Sidoarjo, satu di Siwalanpanji dan satu lagi di Sono," ucapnya.

Gus Muhdlor berharap kejayaan Kabupaten Sidoarjo sebagai pusat pendidikan Islam dapat kembali disandang. Ia yakin hal itu dapat terwujud. Pasalnya ulama seperti Mbah Kiai Rois telah banyak melahirkan penerusnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Kiai #Makam #Sesepuh