Wahyu Prihatini, salah satu pengguna halte tersbeut mengaku senang setelah adanya perbaikan. Sebab dia setiap hari menggunakan naik Bus Trans Jatim dari halte tersebut. “Sebelumnya, atapnya tidak ada, jadi agak merepotkan kalau hujan,” ujarnya.
Selama halte rusak, Yayuk mengaku dia menunggu kedatangan bus dengan berdiri di trotoar. Dia tidak berani menunggu di dalam halte karena kondisinya yang membahayakan. Ditakutkan masih ada puing-puing yang jatuh akibat tertimpa pohon.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Benny Airlangga menyebutkan, perbaikan halte tersebut dilakukan oleh pemerintah provinsi. Pihaknya segera melaporkan kerusakan setelah halte tertimpa pohon. “Saat ini sudah baik dan aman untuk digunakan lagi,” katanya.
Semenjak diresmikan, Bus Trans Jatim menjadi kendaraan umum yang sangat disukai di Jawa Timur. Terutama bagi masyarakat di Sidoarjo. Sebab selain memiliki pemberhentian yang banyak, juga rutenya lebih panjang. Sehingga dapat mengakomodasi keperluan warga yang bekerja di Surabaya ataupun Gresik. (dhf/vga) Editor : Vega Dwi Arista