Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Diduga Sesak Napas, Peserta Harlah NU Asal Jombang Meninggal di Klinik

Vega Dwi Arista • Kamis, 9 Februari 2023 | 02:45 WIB
Imam Suhrowardi
Imam Suhrowardi
SIDOARJO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo belum dapat memastikan penyebab meninggalnya Imam Suhrowardi, peserta resepsi harlah satu abad Nahdlatul Ulama. Pemuda 22 itu dinyatakan meninggal saat dibawa ke Klinik Bersalin Bunda, Tanggulangin.

Kepala Dinkes Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, pihaknya baru mengetahui hal tersebut setelah dihubungi Dinkes Jombang. Dimana Kepala Dinkes Jombang meminta konfirmasi terkait kabar salah satu warga Jombang yang meninggal di Sidoarjo.

Mendapatkan informasi itu, pihaknya langsung menghubungi Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dr HM Zulfikar As’ad dan menelusuri setiap posko kesehatan dan ambulans. "Tetapi enggak ada di posko-posko kesehatan atau ambulans," katanya, Rabu (8/2).

Setelah beberapa lama kemudian, pihaknya baru mendapatkan informasi jika pemuda asal Dusun Mojogeneng, Desa Gedangan,  Kecamatan Mojowarno Jombang tersebut sudah berada Klinik Bunda Tanggulangin, dan dinyatakan meninggal.

Fenny menyatakan jika korban dibawa oleh kedua temannya ke klinik. Berdasarkan informasi dari pihak klinik, korban diduga sudah meninggal 10 menit hingga satu jam sebelum tiba di klinik. "Kan saat tiba disana dilihat oleh dokter di klinik, itu hasilnya begitu," katanya.

Fenny menambahkan, informasi yang diterimanya menyebut, jika korban sempat mengeluh sesak napas dan pingsan saat berada di sekitar GOR Delta Sidoarjo. Oleh kedua teman korban, dibawa ke rumah saudaranya di Tanggulangin.

Sebelumnya, korban datang dari Jombang bersama temannya dengan mengendari motor. Nah, korban dibawa ke Tanggulangin dan klinik dengan dibonceng dua. Namun sesampainya di klinik dinyatakan sudah dalam kondisi meninggal.

"Informasi dari temannya itu, tapi ini belum jelas juga, korban sempat salat Duhur dan di rakaat terakhir korban sesak napas geblak. Setelah itu dibawa ke klinik," bebernya.

Mantan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sidoarjo itu memastikan bahwa korban meninggal bukan di area resepsi

harlah satu abad NU. "Bukan di rings satu, dua atau tiga. Jauh, di Tanggulangin. Penyebab juga belum bisa kami pastikan," terangnya.

Ketua PW IPNU Jatim, M. Fakhrul Irfansyah mengatakan, jika korban merupakan pengurus PAC IPNU Mojowarnu Jombang. Menurutnya, korban memiliki riwayat penyakit sesak napas. Korban dipastikan dinyatakan meninggal saat berada di klinik Bunda Tanggulangin.

"Dinyatakan meninggal di klinik. Ini kami sedang perjalanan ke rumah duka untuk takziah," ujar pria asal Bojonegoro itu kepada Radar Sidoarjo. (far/vga) Editor : Vega Dwi Arista
#Nahdlatul Ulama #Harlah NU #Meninggal