Anggota Badan Anggaran (banggar) DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengatakan, penentuan besaran target tersebut setelah pihaknya melakukan diskusi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Melihat kondisi RS yang baru beroperasi, maka sumber pendapatan yang ada di dalamnya belum bisa berjalan maksimal.
Meski begitu, Bangun menjelaskan, pada APBD 2022, target pendapatan RSUD Sibar sebenarnya cukup tinggi. Yakni sebesar Rp 15 miliar. Namun target tersebut direvisi pada Perubahan APBD 2022. Menjadi sebesar Rp 6 miliar. Namun menurut dia, Dinkes sempat pesimis dan memperkirakan hanya bisa mencapai pendapatan sebesar Rp 600 juta.
Bukan tanpa alasan, Bangun menyebutkan bahwa revisi target tersebut karena melihat kondisi di lapangan. Selain poli yang masih sedikit, RSUD Sibar juga belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. “Sehingga pendapatannya memang belum bisa terlalu banyak,” katanya.
Nah, dalam pembasahan APBD 2023, menurut Bangun, target Rp 6 miliar bakal bisa tercapai. Sebab tahun depan akan ada banyak penambahan fasilitas. Terutama pada alat-alat kedokteran.
Dia menjelaskan, ada beberapa sumber pendapatan RSUD Sibar. Yakni biaya sewa rawat inap, penjualan obat di apotek, konsultasi dokter di IGD atau poli, serta penggunaan alat medis. Seperti CTScan, radiologi, alat labor, dan lain sebagainya. “Tetapi yang paling besar berasal dari BPJS Kesehatan, untuk itu tahun depan diharapkan sudah bisa diterapkan,” ujarnya. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista