Dari pantauan Radar Sidoarjo, kemacetan di lokasi itu biasanya terjadi pada pagi dan sore hari. Utamanya jam masuk dan pulang siswa sekolah di lokasi itu.
Bahu jalan maupun trotoar di lokasi itu kerap dijadikan tempat parkir. Baik roda empat maupun roda dua. Baik di sisi jalur utara ke selatan atau pun jalur selatan ke utara jalan raya.
Bahkan kadang parkir roda empat sampai di sisi Jalan Mayjen Sungkono. Jika membeludak, ekor kemacetan bisa sampai di SPBU jalan Raya Jenggolo.
Merespon hal tersebut, Dishub saat ini juga tengah mencari solusi. “Sedang dibahas terkait rekayasa lalu lintasnya,” terang Plt Kasi Pengawasan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Sidoarjo, R Novianto Koesno.
Novianto menambahkan, ada sejumlah alternatif yang dibahas. Pertama adalah perlu dibangun Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di depan MINU. “Kendaraan dari selatan maupun utara biasanya kencang, membahayakan penyeberang juga,” katanya.
Dia juga tidak menampik bahwa salah satu penyebab kemacetan adalah banyaknya mobil yang parkir. Baik pengantar siswa dari MINU Pucang ataupun SDN Pucang yang di sisi selatan.
Karena itu ada opsi untuk parkir pengantar siswa MINU akan di belokkan ke timur jalan di samping Sungai Pucang. Sementara untuk parkir pengantar siswa SDN Pucang akan diupayakan sungai Pucang sisi barat jalan akan ditutup box culvert.
Alternatif berikutnya adalah dengan memanjangkan median jalan di depan MINU Pucang. Panjangnya ditambah sekitar setengah sampai satu meter. “Untuk menyediakan ruang kendaraan yang hendak belok ke barat,” sebutnya.
Alternatif berikutnya, kata novianto, adalah dengan mengatur jam masuk maupun pulang siswa. Baik siswa MINU Pucang maupun SDN Pucang. Sehingga akan mengurangi volume kendaraan yang parkir. Di samping itu, pihak MINU juga bakal menyampaikan kepada wali murid bahwa antar jemput siswa hanya berlaku untuk drop zone, sehingga wali murid tidak perlu sampai parkir.
Menurut Novianto, berbagai alternatif itu tengah dimatangkan. Termasuk alternatif pembangunan box culvert yang merupakan opsi jangka panjang karena butuh berbagai tahapan perencanaan. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista