Dari pantauan Radar Sidoarjo, Rabu (12/10), pasar yang tidak jauh dari flyover itu memang tidak banyak penjual. Jumlahnya hanya belasan. Kebanyakan adalah penjual sayur dan kebutuhan pokok harian seperti bumbu dapur. Tapi di pasar itu masih ada pedagang yang menyediakan jasa pembuatan stempel dan piala.
Yang memprihatinkan adalah kondisi infrastruktur di pasar tersebut. Atap pasar itu banyak yang jebol. Sebagian besar ditutup menggunakan terpal atau plastik bekas.
“Sudah lama tidak diperbaiki, itu yang pasang terpal kami sendiri,” kata Ari, salah satu pedagang.
Ari berharap segera ada perbaikan terhadap pasar tersebut. Karena pasar itu jadi tumpuan sumber mata pencarian keluarganya. “Sekarang sepi, hanya mengandalkan pelanggan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Widyantoro Basuki mengungkapkan, kondisi Pasar Buduran memang memprihatinkan. Saat ini pihaknya juga tengah mempersiapkan master plan perbaikan pasar. Rencana itu tidak hanya untuk Pasar Buduran tapi seluruh pasar di Sidoarjo.
“Nanti akan dikategorikan dengan warna merah, kuning, hijau. Merah dengan kerusakan di atas 50 persen,” katanya.
Mantan Kepala Satpol PP itu menambahkan, perbaikan pasar juga membutuhkan alokasi anggaran. Saat ini pihaknya juga tengah mengusulkan agar mendapat alokasi. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista