Selain itu ada satu lagi kontainer yang terpisah dari lapak PKL. Kontainer tersebut khusus untuk kasir.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo Djoko Supriyadi mengatakan, sistem pembayaran di sentra wisata kuliner itu seperti food court. Pembeli memesan makanan di lapak PKL pilihan mereka, kemudian membawa nota untuk dibayar di kasir. ''Itu menerapkan manajemen modern, sehingga pelayanan lebih terintegrasi,'' katanya.
Dia menjelaskan, ada 40 PKL yang berjualan di lokasi tersebut. Semuanya merupakan pedagang makanan dan minuman yang buka mulai pukul 15.00 hingga 22.00. Memang area tersebut sudah disiapkan khusus untuk mengelompokkan PKL makanan dan minuman.
Djoko mengimbau pengunjung yang datang tetap menjaga kebersihan. Di tengah-tengah lapak PKL disediakan kursi dan meja untuk pengunjung menikmati makanan. Tempat sampah juga ada beberapa unit di lokasi. ''Setelah makan lebih baik bekas bungkus makanan langsung dibuang sendiri ke tempat sampah,'' ujarnya.
Dibukanya sentra wisata kuliner tersebut termasuk dalam langkah penataan kawasan GOR. PKL yang ada akan dikelompokkan. Saat ini lokasi untuk makanan dan minuman sudah siap. Selanjutnya akan disiapkan bagi PKL non makanan minuman. Seperti pedagang kaos, aksesoris, dan lainnya. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista