Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan mengatakan, pembangunan yang dimaksud saat ini masih dalam tahap persiapan. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 48 miliar. “Prosesnya masih lelang,” terangnya, Rabu (8/6)
Atok menambahkan, pembangunan gedung rawat inap barat itu akan dibuat 5 lantai. Desainnya, 3 lantai dibuat sebagai rawat inap paviliun. Sementara dua lantai bawahnya akan menjadi tempat layanan terpadu.
Menurut Atok, pembangunan gedung 5 lantai itu menjadi salah satu langkah RSUD dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Di Sidoarjo tidak sedikit masyarakat yang mampu. Sehingga membutuhkan ruang rawat inap dengan fasilitas yang berbeda. Karena itu, gedung rawat inap barat yang sudah lama akan dibangun 5 lantai.
“Untuk memenuhi standar pelayanan, ruang rawat inap di RSUD juga masih kurang,” imbuhnya.
Diharapkan, dengan pembangunan rawat inap baru itu dapat semakin memberikan layanan terbaik. Pemkab Sidoarjo secara bertahap juga terus menambah fasilitas layanan kesehatan di Sidoarjo. Mulai dari pembangunan RSUD barat dan pembangunan sejumlah puskesmas baru.
Selain rumah sakit umum milik daerah, sejumlah rumah sakit swasta juga telah tersebar di wilayah Sidoarjo. Data Badan Pusat Statistik Sidoarjo tahun 2021 mencatat bahwa ada 27 rumah sakit tersebar di 18 kecamatan di Sidoarjo. Kemudian ada 11 rumah sakit bersalin, 113 poliklinik, dan 28 puskesmas, dan 159 apotek. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista