Kabid Pasar Disperindag Sidoarjo Hudi Prasetyo menjelaskan, total ada sekitar 350 stan yang ada di PBP. Hampir dua bulan ini para pedagang mulai menempati pasar baru tersebut. Hanya saja memang masih sedikit. Belum banyak stan yang terisi.
Hudi menyebut sudah ada daftar nama-nama pedagang yang siap mengisi stan-stan tersebut. Namun sebagian besar belum membayar biaya hak pemakaian stan sehingga mereka belum menempati.
Harganya bervariatif. Harga kios per m2 Rp 2,5 juta, harga toko gudang Rp 3 juta per m2 dan harga los Rp 2 juta per m2.
"Banyak pedagang yang belum membayar, tapi semoga dalam waktu dekat bisa terisi penuh," katanya, Minggu (10/4).
Pihaknya sudah meminta nama-nama yang terdaftar untuk segera melunasi dan mulai mengisi stan tersebut. "Sebagian besar yang mengisi nanti adalah para pedagang Pasar Porong yang saat ini berada di penampungan pedagang sementara," terangnya.
Ia menjelaskan, pada 2017 mereka dipindah ke lokasi penampungan sementara tak jauh dari lokasi, karena lapak mereka kebakaran pada November 2016. Nah, Pasar Porong yang terbakar itu dibangun ulang. "Januari 2021 selesai pembangunan," imbuhnya.
Pihaknya pun melakukan penataan pascadibangun. Pedagang lama diberi sosialisasi dan didata siapa saja yang akan menempati stan yang ada. Sekitar setahun, data sudah dikantongi dan relokasi mulai dilakukan.
Hudi menyebut, selain para pedagang Pasar Porong yang di tempat penampungan, pihaknya akan memfasilitasi bagi masyarakat lain yang memang ingin berjualan di sana.
"Prioritasnya memang untuk pedagang Pasar Porong, tapi masyarakat yang butuh juga bisa tapi melalui pengajuan dulu," pungkasnya. (rpp/vga) Editor : Vega Dwi Arista