Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Jalan Gajah Mada Bakal Steril Setiap Malam Minggu

Vega Dwi Arista • Kamis, 31 Maret 2022 | 23:07 WIB
RINGSEK: Kendaraan yang terliba kecelakaan tampak sedang dievakuasi oleh petugas.
RINGSEK: Kendaraan yang terliba kecelakaan tampak sedang dievakuasi oleh petugas.
SIDOARJO - Dalam waktu dekat Pemkab Sidoarjo bakal menggelar Sidoarjo Tempo Doeloe-Gajah Mada Street Night Festival di sepanjang kawasan kota lama Jalan Gajah Mada. Rencana digelarnya festival yang bakal meramaikan pusat kota dan menggeliatkan lagi ekonomi kerakyatan warga Sidoarjo itu akan mengikuti perkembangan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Semoga tidak terbentur aturan PPKM, karena menyangkut izin yang harus dipatuhi bersama," terang Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor, Kamis (17/3).

Untuk meramaikan festival tersebut, Pemkab Sidoarjo akan menggandeng para seniman dan budayawan lokal Sidoarjo. Juga menghadirkan berbagai kuliner khas Kota Delta untuk menjadi suguhan pengunjung.

Festival itu sekaligus memberi ruang kreasi bagi para muda-mudi untuk mengekspresikan hobi dan bakatnya lewat street show.

Ada live musik, pameran lukisan dan makanan khas seperti rujak cingur, klepon, kupang lontong dan masih banyak lagi. Begitu juga kuliner dan budaya yang menjadi ciri khas Kota Delta bakal ditampilkan di festival itu.

Mudhlor menjelaskan festival akan digelar di sepanjang jalan utama Gajah Mada setiap Sabtu. Mulai pukul 18.00 hingga 24.00.

Dimulai dari Jembatan Bok Legi hingga pertigaan Jasem ada Street Food, Street Art, Street Walking dan Street Show dengan mengusung konsep Sidoarjo Tempo Doeloe. "Menonjolkan budaya Sidoarjo yang dikemas kekinian," katanya.

Salah satu pusat festival yakni di kawasan Masjid Jami' Al Abror. Sebab lokasi ini, pada zaman dulu merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Sidoarjo.

"Sepanjang Jalan Gajah Mada ini syarat akan nilai sejarah Sidoarjo tempo doeloe", tuturnya.

Di kawasan jalan Gajah Mada juga ada bangunan tua yang menjadi rumah dinas Bupati Sidoarjo. Sekarang bekasnya masih ada dan sudah menjadi pertokoan. Sedangkan di kawasan Masjid Al Abror itu dulunya merupakan Alun-alun Sidoarjo sebelum akhirnya pusat pemerintahannya dipindah ke Jalan A Yani.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo M Bahrul Amig yang ditugasi Bupati Sidoarjo merancang festival itu menyampaikan, konsep umumnya di sepanjang jalan Gajah Mada nanti steril dari kendaraan bermotor. Arus lalu lintas akan dialihkan karena disepanjang jalan Gajah Mada diperuntukkan khusus pejalan kaki.

Selain DLHK, dinas yang terlibat diantaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Perhubungan yang akan bertugas mengatur rekayasa lalu lintas.

Ketiga OPD itu akan kolaborasi. Seperti DLHK akan mensupport hiasan untuk mempercantik di kawasan jalan Gajah Mada. Sedangkan Disperindag dan Dinkop UMKM terkait dengan pengaturan pedagang.

"Kemarin sudah dirapatkan Pak Bupati, kalau bisa memang sebelum Ramadan, festival ini sudah berjalan. Sekarang masih kita matangkan lintas OPD," jelas Amig. (rpp/nis) Editor : Vega Dwi Arista
#Dinas Perhubungan Sidoarjo #DLHK #Jalan Gajah Mada