Sosialisasi, advokasi dan komunikasi informasi edukasi (KIE) program Bangga Kencana bersama mitra digelar di aula pertemuan Koperasi Industri Tas dan Koper (Intako) di Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Kamis (18/11).
Hadir sebagai narasumber yakni anggota Komisi IX DPR RI Sungkono, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Waluyo Ajeng Lukito Wati dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sidoarjo Ainun Amalia.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Waluyo Ajeng Lukito Wati mengatakan, program Bangga Kencana 2021 fokus untuk menurunkan angka stunting. Hal ini dikarenakan stunting berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak.
Dia menjelaskan, BKKBN mendapat amanah dari Presiden Joko Widodo sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting. Targetnya pada 2024 jumlah angka stunting sebanyak 14 persen. Data secara nasional angka stunting saat ini 27, 8 persen. Untuk Jawa Timur 26,67 persen.
Sementara itu, di Kabupaten Sidoarjo ini masih tinggi yaitu 21,67 persen. "Kita tidak bisa bekerja sendiri. Berbagai upaya strategis telah dilakukan oleh BKKBN dengan membentuk dapur sehat atasi stunting di kampung KB," katanya.
Wilayah uji coba di Kabupaten Bojonegoro. Penanganan stunting dengan membentuk dapur sehat. Bekerjasama dengan perguruan tinggi.
Selain itu, BKKBN menggandeng DPR RI sebagai mitra kerja yang mendukung program Bangga Kencana. "Dimana dalam menjalankan program ini BKKBN tidak bisa berjalan sendiri. Tanpa adanya dukungan dari mitra," imbuhnya.
Kepala DP3AKB Sidoarjo Ainun Amalia mengatakan, di Sidoarjo secara khusus telah merekrut pendamping keluarga. Satu desa tiga orang.
"Yang notabene mereka diberi pendampingan advokasi, KIE pada ibu dalam kondisi hamil. Memantau pemenuhan gizi pada mereka," katanya. (rpp/vga) Editor : Vega Dwi Arista