Sekretaris MKKS SMK Swasta Jatim Kisyanto mengatakan, tempat yang dipilih kali ini berbeda dari sebelumnya. Mal dinilai sebagai tempat dan wadah yang pas untuk SMK go publik.
Mengapa? Mal merupakan tempat jujukan semua kalangan. Muda hingga tua. "Mereka bisa menikmati wisata belanja hingga edukasi," katanya, Selasa (9/11).
Tidak hanya itu, menurut Kisyanto kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh sekolah. Bagaimana mengedukasi masyarakat bahwa menempuh pendidikan di SMK ternyata mampu memberi banyak keterampilan yang mumpuni. Sehingga SMK tidak lagi dipandang sebelah mata.
Apalagi, saat ini sudah banyak kemajuan yang dilakukan sekolah vokasi. Mulai kerjasama dengan industri serta penguatan teknologi modern di setiap keterampilan yang diberikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Tirto Adi menilai, seiring dengan menurunnya pandemi Covid-19 pameran pendidikan merupakan wahana aktualisasi diri yang bagus.
"Memberi motivasi pada siswa. Sekaligus membangkitkan kreativitas mereka," katanya.
Apalagi menurut Tirto, penting bagi calon lulusan SMP melihat bagaimana siswa SMK berproses menghasilkan karya. "Melihat sudut pandang yang lain bahwa SMK di Sidoarjo sangat baik," jelasnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur Lutfi Isa Ansori meminta MKKS Swasta dan Negeri terus berkolaborasi mengembangkan kualitas SMK di Sidoarjo. (rpp/vga) Editor : Vega Dwi Arista