Dari pantauan Radar Sidoarjo, genangan air berada di sisi selatan jalur tersebut. Yakni, mulai dari traffic light Bypass Juanda hingga sekitar depan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Jaraknya sekitar 1,6 kilometer. Ketinggian air nyaris mencapai lutut orang dewasa.
Sejumlah motor yang melintas bahkan ada yang mogok. "Padahal ini buru-buru ke tempat kerja, malah terjebak banjir," keluh Ahmad, salah satu pengendara yang melintas.
Sejak sekitar pukul 06.00 air sudah menggenangi jalur tersebut. Hingga pukul 10.30, air belum juga surut. Kemarin siang, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi juga meninjau lokasi. Menurutnya, banjir semacam ini sudah menjadi langganan tiap tahun. Karena itu perlu solusi cepat agar tidak kembali terulang.
Salah satunya dengan menormalisasi sungai di kawasan tersebut. "Kemarin ada anggaran Rp 200 juta. Minggu depan sudah ada upaya normalisasi. Bangunan liar di atas sungai juga perlu ditertibkan. Harus ada koordinasi dengan pihak camat dan desa," tegasnya.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Sigit Setyawan mengungkapkan, pihaknya telah memerintahkan tim satgas banjir meninjau lokasi untuk mencari penyebab genangan air itu. "Juga koordinasi dengan pelaksana peningkatan jalan nasional Raya Juanda," tuturnya.
Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan Dinas PUBMSDA Sidoarjo, Shanty Wahyu Angraini menambahkan, banjir di Raya Juanda itu salah satu sebabnya juga karena proyek box culvert yang belum sempurna. "Ditambah saat ini air pasang. Semalam hujan juga lumayan deras," ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga akan menyiagakan pompa air di titik Sungai Buntung yang jadi saluran pembuangan air di kawasan itu. Termasuk mengurangi debit air pertanian dari hulu. (son/vga) Editor : Nofilawati Anisa