Anang mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni kemarin menjadikan pekerjaan tersendiri bagi Pemkab Sidoarjo. Sebab, monumen Pancasila justru terkesan tak terawat. Padahal monumen itu menjadi salah satu ikon Sidoarjo.
"Monumen Pancasila itu kan berada di exit tol Sidoarjo dan merupakan wajah Sidoarjo, mestinya menjadi perhatian khusus Pemkab Sidoarjo," katanya, Selasa (1/6).
Penampakan monumen Pancasila memang terlihat terbengkalai. Di badan monumen misalnya, nampak dipenuhi rumput-rumput liar. Sementara air kolam di depannya juga dipenuhi lumut. Sampah plastik pun nampak berserakan di sekitar monumen.
Politikus Gerindra itu menilai, berdirinya monumen Pancasila di exit tol Sidoarjo itu sangat strategis. Sehingga setiap warga luar kota yang masuk ke wilayah Sidoarjo, maka yang akan dilihat pertama kali warga luar kota adalah monumen tersebut.
"Maka di momen Hari Lahir Pancasila ini, kami minta dinas terkait agar bisa segera melakukan perawatan monumen secara berkala dan jangan dibiarkan begitu saja," ujarnya.
Meskipun perawatan tersebut terlambat, Anang mengatakan itu bukan masalah yang berarti dibanding tak sama sekali. Menurut Anang perawatan monumen serta sejumlah taman di Sidoarjo harus menjadi prioritas agar keberadaannya tak sia-sia.
"Sebenarnya kalau masalah angaran terkait perawatan setiap rapat pun kami selalu sampaikan agar mengajukan penambahan," jelasnya. (far/opi)
Editor : Nofilawati Anisa