Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sidoarjo Reddy Kusuma menjelaskan secara bertahap operator di 349 desa dan kelurahan bisa mengakses laman website tersebut.
"Masyarakat yang tidak punya sarana online difasilitasi operator desa," ungkap Reddy.
Sebab selama pandemi berlangsung, layanan kependudukan dimaksimalkan melalui online, meminimalkan layanan tatap muka. Selain itu aplikasi tersebut untuk memecah antrean online yang sering menumpuk, hingga masyarakat banyak yang tidak mendapat kuota.
"Layanan permohonan rata-rata 700 dokumen dan 1000 dokumen kependudukan dicetak setiap harinya," katanya.
Permohonan layanan pendudukan selain melalui laman plafon Dukcapil lanjut Reddy, Dispendukcapil juga menerima permohonan kolektif dari desa atau lembaga pendidikan untuk, KIA, akte kelahiran. "Akan kami fasilitasi di tahap ketiga. Sementara plavon Dukcapil diakses mandiri oleh masyarakat dan operator desa juga kelurahan," tegasnya.
Berikutnya pengembangan plafon Dukcapil di tahap ketiga akan di buka akses untuk kemitraan dari puskesmas, RSUD, stakeholder yang sudah MoU perjanjian kerjasama, forum komunitas untuk mengajukan permohonan KIA dan akta kelahiran. (rpp/opi)
Editor : Nofilawati Anisa