Kepala Bangkesbangpol Sidoarjo Mulyawan menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 dan juga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 3, warga tetap diimbau kepada masyarakat untuk selalu mentaati protokol kesehatan dengan menerapkàn 5M. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. "Sehingga kegiatan yg cenderung berkumpulnya orang banyak, termasuk pertunjukan barongsai semestinya tidak diselenggarakan," katanya.
Sementara itu pengurus Kelenteng Teng Swie Bio di simpang lima Jalan Raya Krian, selain meniadakan perayaan di kelenteng dengan penampilan barongsai dan ritual ciswak atau tolak bala, pengurus juga mengimbau umat berdoa serta merayakan Imlek di rumah masing-masing. "Menjelang Imlek pengurus melakukan pembersihan rutin pada patung-patung dewa yang ada," ungkap pengurus kelenteng, Hengky Rianto.
Demikian dengan pusat perbelanjaan di pusat kota Sidoarjo. Marketing communication, salah satu mal di Sidoarjo Chrisella mengungkapkan jika pada tahun-tahun sebelumnya pihak mal mengundang penampilan barongsai untuk menghibur pengunjung mal. "Tahun ini hanya bagi-bagi jeruk ke tenant dalam mal," katanya.
Tidak adanya pertunjukkan barongsai ternyata juga berdampak ke perajin barongsai. Seperti Julius Setiawan. Sejak Maret 2020 lalu, sama sekali tidak ada pesanan barongsai yang datang padanya. "Tidak ada pesanan. Juga tidak pernah tampil hampir setahun," pungkasnya. (rpp/opi) Editor : Nofilawati Anisa