Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Puskesmas Integrasikan Layanan Tradisional dan Konvensional

Nofilawati Anisa • Sabtu, 28 November 2020 | 18:26 WIB
MELIHAT DARI DEKAT: Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu (jilbab cokelat) melihat terapi akupuntur di Puskesmas Sukodono.   (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)
MELIHAT DARI DEKAT: Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu (jilbab cokelat) melihat terapi akupuntur di Puskesmas Sukodono. (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)
SIDOARJO - Dari 26 puskesmas yang ada di Sidoarjo, baru Puskesmas Sukodono yang memiliki layanan kesehatan tradisional terintegrasi dari kelompok asuhan mandiri (Asman), akupresur, akupuntur dan hipnoterapi.

irektur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu menginginkan seluruh puskesmas di Sidoarjo bisa menerapkan layanan kesehatan tradisional yang terintegrasi ini.

Kelompok Asman di sana sudah mampu menghasilkan produk olahan tanaman obat keluarga yang tidak hanya sehat, tapi sudah memiliki izin P-IRT. Salah satu Asman dari Desa Wilayut bahkan mampu menyediakan layanan akupresur. Sebuah teknik pengobatan tradisional yang mirip dengan akupunktur, namun tidak menggunakan jarum.

Sementara itu untuk layanan akupuntur mulai tersedia di Puskesmas Sukodono pada 2018 lalu. Terapi tersebut bisa dimanfaatkan bagi penderita penyakit seperti stroke, hipertensi atau terapi hormonal. Demikian dengan layanan hipoterapi yang berjalan dua tahun terakhir.

"Kedepannya yang datang ke puskesmas adalah orang-orang sehat yang ingin tambah sehat," katanya Rabu (25/11).

Wiendra memberi sedikit masukan terkait pelayanan akupuntur di Puskesmas Sukodono. Misalnya memberikan rujukan bagi pasien dengan keluhan yang sudah berat. Rujukan tersebut bisa langsung diberikan dari poli kesehatan tradisional atau poli konvensional.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan pelayanan kesehatan tradisional di Sidoarjo sudah tertuang dalam perbup. Hingga saat ini di Kabupaten Sidoarjo sudah terbentuk 120 Asman yang tersebar di 105 desa.

"Sekitar 30 persen. Tahun 2021 bisa 70 persen. Karena satu desa sudah punya satu asman yang selalu tampil. Selama sepekan kemarin saya berkeliling ke 26 puskesmas, ternyata sudah mempunyai Asman dari desa wilayah kerjanya," ungkap Syaf.

Pelayanan kesehatan tradisional di Sidoarjo sudah mendapat pengakuan dari provinsi. Dimana tahun 2018 Asman Jambu Merah Desa Sambibulu Kecamatan Taman jadi juara harapan di tingkat provinsi. Tahun 2019 Asman Aloevera dengan program Asmara di Hati, Asuhan Mandiri yang Ramah dan Peduli pada Hipertensi menjadi juara 1 tingkat Provinsi Jawa Timur. "Kami terus berupaya menciptakan inovasi berbahan baku toga berkhasiat obat," pungkasnya. (rpp/opi) Editor : Nofilawati Anisa
#Akupuntur Sidoarjo #Akupresur Sidoarjo #Pelayanan Puskesman