Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Masih Pandemi, Lelang Bandeng Kawak Ditiadakan

Nofilawati Anisa • Jumat, 13 November 2020 | 17:55 WIB
DILESTARIKAN: Salah satu peserta bandeng kawak tahun lalu. (IST)
DILESTARIKAN: Salah satu peserta bandeng kawak tahun lalu. (IST)
SIDOARJO - Dinas Perikanan Sidoarjo memastikan tidak ada festival lelang bandeng kawak tahun ini. Alasannya, di masa pandemi Covid-19 belum diperbolehkan mengadakan kegiatan dengan melibatkan massa. Selain itu sebagian anggaran juga direfocusing untuk penanganan virus corona tersebut.

Meskipun demikian, budidaya bandeng kawak di Kota Delta tetap berlanjut. Dinas Perikanan berharap tidak menyurutkan semangat petambak untuk mengembangkan bandeng kawak sebagai ikon Sidoarjo.

Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo M Bachruni Aryawan menjelaskan, lelang bandeng bukan hanya seremonial untuk menumbuhkan pariwisata. Namun, untuk menyemangati para petambak bandeng. "Kami tetap menyemangati pembudidaya agar tetap jalan. Jangan sampai punah. Harapan tahun depan lelang bisa digelar lagi dengan hasil bandeng lebih berat dari sebelumnya," terangnya.

Apalagi, acara lelang bandeng kawak tradisional dari waktu ke waktu di Sidoarjo berhasil menarik perhatian khalayak luas. Banyak masyarakat hadir untuk menyaksikan lelang dan ikut sebagai salah satu peserta lelang.

Seperti lelang bandeng kawak November 2019 lalu berhasil mengumpulkan dana Rp 1,4 miliar. Naik dua kali lipat dibanding sebelumnya yang terkumpul Rp 700 juta. Bandeng terberat saat itu didapatkan petambak dari Tegalsari Kecamatan Jabon.

Bachruni menegaskan, potensi budidaya hasil tambak di Sidoarjo masih sangat besar. Area tambak sangat luas mencapai 15.539 hektare. Terdiri 3.326 petak yang dimiliki 3.250 petambak.

Untuk tambak bandeng kawak, masih banyak dijumpai di sekitar Kecamatan Jabon maupun Kecamatan Candi. "Di Jabon bandeng kawak dengan berat tiga kilogram sudah mulai dipisahkan ke kolam khusus pembudidayaan," imbuhnya.

Sekretaris Forum Komunikasi Masyarakat Tambak (FKMT) Sidoarjo Ahmad Syarif menjelaskan, penambahan berat bandeng kawak satu kilogram per tahun. Jika usia bandeng 8 tahun, maka kisaran beratnya pun 8 kilogram.

Selain itu kualitas air mempengaruhi pembibitan bandeng kawak. Bandeng bisa berkembang dengan lebih baik saat musim hujan. "Musim kemarau salinitas (kadar garam, Red) tinggi, tekanan air laut kuat, perkembangan bandeng terhambat," terangnya.

Syarif menjelaskan selain ikut festival lelang bandeng di Sidoarjo, ada juga permintaan dari Gresik. Kemudian juga untuk memasok indukan bandeng ke tambak Situbondo. Syarat jadi bandeng indukan, harus punya berat minimal 7 kilogram. (rpp/nis)

  Editor : Nofilawati Anisa
#covid-19 #Lelang Bandeng Kawak #Festival Lelang Bandeng Ditiadakan