Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, empat dari 57 orang itu merupakan pegawai Lapas. Akibatnya mereka saat ini harus menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sementara, sisanya, 51 orang, diisolasi di dalam Lapas.
Kepala Lapas Kelas I Surabaya Gun Gun Gunawan mengatakan, pihaknya menerima bantuan susu dan multivitamin dari Kanwil Kemenkumham Jatim, Jumat (28/8), berkaitan dengan pandemi Covid-19 tersebut. Selain itu, pihaknya juga menerima ambulans dari Pemprov Jatim untuk operasional rujukan. "Kabar baiknya kami menerima informasi dari RSUD Sidoarjo, bahwa dua WBP berinisial MJ dan DA dinyatakan sembuh dari Covid-19," katanya.
Sementara untuk meminimalisir keadaan, Gun Gun menyebut jika pihaknya telah melakukan tindakan 3T. Yaitu tracing, test, dan treatment serta penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Selain itu pihaknya juga sudah memisahkan antara penghuni Lapas yang berusia lanjut sekitar 40 orang.
Tak hanya itu, kunjungan di Lapas untuk sementara waktu dihentikan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Di sisi lain, penyemprotan disinfektan dilakukan pada barang titipan dari keluarga WBP. Sedangkan keluarga yang datang ke Rutan diwajibkan cuci tangan. "Kami sangat bersyukur karena perhatian dari banyak pihak kepada kami di dalam membantu penanganan Covid-19 di Lapas," ujarnya.
Bahkan pihak Lapas juga berencana untuk menambah ruang isolasi. Caranya dengan memanfaatkan gedung yang biasa digunakan untuk laundry. Pihaknya berharap dengan begitu akan menambah ruang isolasi menjadi tiga dengan daya tampung 120 orang.
Hingga saat ini, jumlah WBP yang menghuni Lapas tersebut mencapai 2.356 orang. Jumlah itu cukup banyak, mengingat daya tampung hanya 1.050 orang. "Kami terus berupaya melakukan penanganan secara optimal dan terus membuka pintu bantuan yang ingin disalurkan kepada lapas," jelasnya. (far/opi) Editor : Nofilawati Anisa