Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Kunjungan Kerja ke SAE L'Sima Ngajum Malang, 98 Persen Warga Binaan Usia Produktif Harus Diberdayakan

Diky Putra Sansiri • Rabu, 30 Juli 2025 | 03:07 WIB
SINERGI : Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, saat melakukan kunjungan di Malang, Senin (28/7). (IST/RADAR SIDOARJO)
SINERGI : Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, saat melakukan kunjungan di Malang, Senin (28/7). (IST/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan pentingnya membangun sistem pemasyarakatan yang produktif dan berdaya saing melalui ketahanan pangan. Dalam kunjungan kerjanya ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’Sima Ngajum, Kabupaten Malang, Senin (28/7), ia menggarisbawahi bahwa hampir seluruh penghuni lapas berada di usia produktif dan harus diberi peluang untuk kembali aktif di masyarakat.

“Sebanyak 98 persen dari 280 ribu warga binaan kita saat ini berada dalam usia produktif. Mereka tidak menuntut UMR. Maka, negara wajib hadir untuk menyiapkan mereka menjadi manusia yang siap berdaya saat kembali ke masyarakat,” tegas Agus.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan 13 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang menitikberatkan pada penguatan kemandirian warga binaan melalui program ketahanan pangan berbasis pemasyarakatan.

Didampingi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, serta Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, Agus memulai rangkaian kunjungan dengan menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Lapas Kelas I Malang dan mitra eksternal untuk mendukung program ketahanan pangan.

Momentum lain yang menjadi sorotan adalah penyerahan hibah tanah dari Bupati Banyuwangi dan pernyataan oomitmen dari Bupati Pasuruan kepada Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono. Keduanya disaksikan langsung oleh Dirjen Imigrasi dan mencerminkan sinergi kuat antara pusat dan daerah dalam penguatan fungsi keimigrasian.

Dalam semangat kepedulian sosial, Menteri Agus juga menyerahkan 200 paket bantuan sosial dan santunan pendidikan bagi siswa berprestasi, sebagai bentuk dukungan terhadap generasi muda.

“Ketahanan pangan bukan sekadar program, ini adalah amanah langsung dari Presiden. Jejak digital tidak akan hilang, dan kecintaan beliau terhadap rakyat sangat nyata. Kami ingin berkontribusi melalui pemasyarakatan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” ujar Agus.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman edamame dan kubis manis, serta panen telur ayam dan peninjauan kandang kambing dan sapi di area SAE. Aktivitas ini menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak hanya fokus pada aspek mental dan spiritual warga binaan, namun juga kemandirian ekonomi berbasis kerja nyata.

Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, menyampaikan apresiasinya atas perhatian besar dari pemerintah pusat.

"Kehadiran Menteri di SAE L’Sima adalah energi baru bagi kami. Ini menegaskan bahwa pembinaan warga binaan bukan hanya soal keamanan, tetapi juga tentang kemanusiaan dan masa depan. Kami siap terus berinovasi membangun sistem pemasyarakatan yang progresif dan terintegrasi dengan masyarakat,” tegas Kadiyono.

Ia menambahkan bahwa SAE L’Sima Ngajum adalah salah satu bentuk konkret komitmen jajaran pemasyarakatan Jawa Timur dalam menyediakan pembinaan yang lebih bermartabat, produktif, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Monitoring Bantuan Pangan di Sidoarjo, Subandi: Gunakan Beras untuk Konsumsi Sendiri

Kunjungan ini diharapkan mempercepat realisasi program strategis pemasyarakatan dan keimigrasian, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun sistem pemasyarakatan yang bermanfaat dan berdampak positif bagi masyarakat luas. (dik/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Malang #Imipas #Kunjungan #Warga Binaan #pengecekan #Rutan #Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan #kementerian #Cek #agus andrianto #Lapas