Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Perajin Barongsai di Candi Sidoarjo, Kebanjiran Order Jelang Imlek, Cek Harganya

Diky Putra Sansiri • Jumat, 17 Januari 2025 | 22:46 WIB
JELANG IMLEK : Julius perajin asal Candi, Sidoarjo, sedang merakit barongsai dan liong naga, Jumat (17/1). (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
JELANG IMLEK : Julius perajin asal Candi, Sidoarjo, sedang merakit barongsai dan liong naga, Jumat (17/1). (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili yang akan dirayakan pada Rabu, 29 Januari 2025 mendatang, perajin barongsai di Kabupaten Sidoarjo mulai kebanjiran pesanan. Seperti yang terlihat di rumah salah satu perajin barongsai dan naga liong di Perumahan Shoji Land, Desa Karangtanjung, Kecamatan Candi.

Pantauan Radar Sidoarjo di lokasi, beberapa barongsai dan naga liong sedang dalam proses perakitan di rumah Julius perajin asal Candi, Sidoarjo, ini. Meski begitu, pengrajin barongsai generasi kedua itu telah mengerjakan belasan barongsai seorang diri. Keterampilannya itu didapatkan dari orang tuanya.

Julius, memproduksi barongsai dan liong naga di Kabupaten Sidoarjo. Pria 30 tahun ini sudah membuat 12 barongsai dan dua naga liong menjelang perayaan Imlek 2025.

Ia mengaku semakin bersemangat membuat barongsai karena kesenian ini sudah resmi menjadi cabang olahraga (cabor) yang masuk dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), bahkan dipertandingkan saat Pekan Olahraga Nasional (PON).

"Pesanan datang dari Jawa Timur saja, dari yang kenal - kenal. Rencana kedepan akan memasarkan melalui market place," ujar Julius, Jumat (17/1).

Julius, satu-satunya perajin barongsai di Sidoarjo, mengungkapkan bahwa pesanan tahun ini mulai meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, meski peningkatan tidak terlalu signifikan.

"Meningkat antara lima sampai enam pesanan setiap tahunnya. Semenjak usai pandemi, pesanan mulai kembali normal," ucapnya.

Ia mengaku menerima orderan diantaranya pembuatan barongsai baru, pembuatan liong naga dengan panjang 18 meter hingga pernak-pernik aksesoris untuk tarian barongsai lainnya.

"Kalau tahun ini banyak barongsainya. Kalau liang liong itu pengerjaannya butuh waktu sekitar dua bulan, karena badannya yang panjang. Kalau barongsai paling lama satu bulan, mulai dari kepala fullset badan sama celana," tuturnya.

Tahun ini, orderan barongsai tidak ada motif khusus. Pemesan hanya memilih warna yang cerah. Selain itu, harga yang dibanderol pun relatif terjangkau, untuk satu set barongsai dia membanderol dengan harga Rp 4-7 juta.

"Kalau untuk liang liong dibanderol dengan harga Rp 8-12 juta. Kalau untuk saat ini kesulitan bahan baku di Indonesia dari rotannya. Ada bahan yang impor juga dari Vietnam, biasanya stereofoam," jelasnya.

Ia menjelaskan, kerumitan dalam membuat barongsai yakni membuat rangka. Ada beberapa material yang memang harus didapatkan dengan impor, di antaranya, mata, jidat, hidung dan bulu. 

Perajin asal Candi, Sidoarjo, ini, berharap tradisi barongsai dan liang liong akan terus berkembang. (dik/gun)

Editor : Guntur Irianto
#barongsai #pembuat #2576 Kongzili #Perajin #Imlek #Candi #liang liong