SIDOARJO - Memajukan pendidikan tidak hanya dilakukan dengan sekolah formal. Komunitas dan sektor non formal turut juga menjadi penggerak majunya pendidikan.
Seperti halnya Sekolah Alam Raya Boneka Tanah (SAR-BT) yang berlokasi di Kecamatan Porong. Sekolah tersebut didirikan untuk belajar bagi masyrakat yang terpinggirkan secara gratis.
Founder SAR-BT Eka Rina Wahyuni mengatakan sekolah yang dia bentuk sudah mengalami perjalanan panjang. Sejak pertengahan 1990-an sekolah non formal tersebut awalnya bergerak secara mandiri. Kemudian sempat ikut pada struktur pemerintah melalui Diknas.
"Kami bergerak di bidang pendidikan juga pelatihan secara gratis bagi masyarakat terpinggirkan atau kurang perhatian sosial, seperti warga kurang mampu, mantan narapidana dan anak-anak berkebutuhan khusus," ucapnya.
Selepas dari struktur pemerintah, pada 2022 kemarin sekolah tersebut resmi menjadi yayasan non profit. Sumber keuangannya hanya berasal dari sumbangsih masyarakat secara sukarela.
"Selain pendidikan, SAR BT juga menekankan pada pelatihan agar anak didik berkembang menjadi insan mandiri dengan jalan membuka wawasan dan melatih ketrampilan," ujarnya.
Saat ini sekolah tersebut mempunyai 30 orang volunteer dengan 20 siswa yang berkebutuhan khusus.
Sebagai founder, dia berharap kegiatan yang dilakukan mendapat dukungan dari masyarakat. Karena bagaimanapun juga apa yang dia lakukan termasuk pada mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Berharap lebih banyak orang yang aware dengan sekitar dan berguna untuk sesama," pungkasnya. (sai/nis)
Editor : Annisa Firdausi