Ratusan peserta tampak antusias mengikuti lomba lato-lato di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Minggu (8/1). Mayoritas peserta adalah anak-anak. Sontak, suasana desa itu langsung ramai.
Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo
Ketua panitia lomba Muhammad Subeqi mengaku tidak menyangka antusiasmenya begitu tinggi. Peserta yang mendaftar mencapai 250 orang. Padahal sasaran awalnya hanya anak-anak di Desa Siwalanpanji saja.
Ternyata saat mendaftar, banyak peserta yang berasal dari luar kota. Seperti Surabaya dan sekitarnya. Menurut dia, hadiah utama berupa seekor kambing itu yang menarik perhatian peserta. ''Ada juga uang tunai dan perlengkapan sekolah,'' katanya.
Dia menjelaskan, pemenang ditentukan berapa lama peserta bermain lato-lato. Pada babak penyisihan, dimulai dari lima menit, sepuluh menit, hingga 15 menit. Kemudian pada babak semifinal tersisa 43 peserta. Selanjutnya disaring hingga 10 besar hingga tiga finalis.
Tidak sekedar lama bermain, tetapi peserta juga harus mengikuti beberapa gerakan. Mulai dari berdiri, berjalan, mengangkat satu kaki, duduk, jongkok hingga bersila.
Subeqi melanjutkan, meskipun baru pertama kali digelar, pihaknya merasa senang karena antusias peserta yang begitu besar. Ditambah pula banyak pedagang-pedagang di desanya yang kecipratan rejeki dengan berjualan di lokasi.
"Selain itu kegiatan ini merupakan momen penggerak agar karang taruna kami aktif kembali," imbuhnya.
Andre, salah satu peserta mengatakan, sebelum mengikuti lomba ini dirinya pernah memenangkan lomba serupa di tingkat RT di Desa Gelam, Kecamatan Candi. "Saya juga pernah juara lato-lato di sekolah," ujar siswa kelas 5 SDN Ngampelsari, Kecamatan Candi ini.
Fajar, peserta yang lain mengaku mempersiapkan dengan matang sebelu mengikuti lomba ini.
"Saat berlatih kemarin, saya kuat main hingga satu setengah jam tanpa henti," ucap bocah warga Kelurahan Sidokare ini. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista