Siapa yang tak tahu dengan bambu. Selain dikenal sebagai senjata rakyat Indonesia saat melawan para penjajah, bambu juga bisa dikreasikan menjadi alat permainan. Misalnya bedil jepret.
LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo
Sejumlah anak-anak tampak berkumpul di balai among Kampung Lagi Gadget (KLG) Bendet, Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu. Mereka tampak merangkai potongan bambu berukuran sekitar dua jengkal dengan karet dan beberapa potongan bambu kecil.
Rupanya mereka tengah belajar membuat bedil jepret, salah satu alat permainan tradisional yang sudah mulai jarang ditemui. Tak lama, alat itu pun jadi. Belasan pelajar yang masih duduk di bangku SD itu pun langsung mencobanya.
"Ini bagian dari salah satu kurikulum kami. Memang jadwalnya adalah bermain bambu atau dolanan bahan pring," ujar Achmad Irfandi pendiri KLG kepada Radar Sidoarjo.
Kegiatan yang mengeksplorasi permainan tradisional berbahan pring atau bambu itu tampak membuat anak-anak gembira. Maklum, mereka baru mengenal permainan asyik berbahan bambu. Selain asyik, juga ramah lingkungan.
Pemilihan permainan berbahan bambu bukan tanpa alasan. Selain memang menjadi bagian dari permainan tradisional, bambu juga merupakan tanaman endemik Indonesia. Sehingga sangat dekat dengan masyarakat.
"Berbagai sendi kehidupan masyarakat kita memang memanfaatkan bambu sebagai alat-alat hidup. Mulai dari rumah sampai perabotan," imbuhnya.
Selain bermain bedil jepret, anak-anak juga terlihat asyik bermain bitingan hingga panahan bambu. Menurut Irfan, bambu memang cocok dibangun dan dikreasikan dengan banyak hal. Termasuk berbagai permainan.
"Sebelumnya ada workshop membuat mainan dari bambu. Kita itu ajari anak-anak untuk berjuang membuat mainannya sendiri. Soalnya anak sekarang itu mentalnya kecil banget. Dikasih tugas dikit, minta dibantu," jelasnya. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista