Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Khrisna Setyawan, Hasilkan Beragam Fitur Ayam, Jenis Cula Termahal

Vega Dwi Arista • Jumat, 31 Desember 2021 | 01:28 WIB
BERKUALITAS: Khrisna Setyawan menunjukkan ayam betina shamo Jepang sisik buaya dan jantan shamo Jepang suro petir. (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)
BERKUALITAS: Khrisna Setyawan menunjukkan ayam betina shamo Jepang sisik buaya dan jantan shamo Jepang suro petir. (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)
Khrisna Setyawan, Pembudidaya Ayam Trah Impor (1) 

Maksud hati ingin mendapatkan ayam strain yang berkualitas, Khrisna Setyawan justru semakin gandrung ke bisnis hewan berkaki dua itu. Sekarang dia malah menggeluti usaha silang ayam impor yang memiliki beragam fitur langka.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

"Tujuan peternakan kita awalnya ingin menghasilkan ayam strain unggul yang besar, tegap, dan gagah," kata Khris sapaanya saat memulai cerita.

Saat itu, dia bersama teman-teman komunitas pembibitan (breeder) ayam ingin membantu pemenuhan gizi masyarakat. Caranya melalui hasil silangan ayam yang besar, dengan kandungan nutrisi yang lebih baik. Dimana untuk mendapatkan strain unggul yang dimaksud, ternyata banyak didapat dari ayam aduan dengan trah impor.

Seiring berjalannya waktu, Khris mulai melirik pembibitan ayam unik dengan fitur langka. Fitur yang dimaksud adalah ciri fisik pada ayam yang dihasilkan dari kawin silang indukan yang berbeda.

"Selama ini suka menyilangkan ayam langka sehingga anakannya trah ayam impor dapat gede, gagah, tegap tapi membawa fitur kelangkaan," urainya.

Dari telur-telur yang dihasilkan itu, jika berkualitas akan terus dipelihara menjadi bibit indukan selanjutnya. Sedangkan dari hasil sortiran, kurang memenuhi syarat sebagai ayam strain unggul, bakal dijadikan ayam konsumsi.

"Sampai umur dua bulan dilakukan sortir hasil breeding. Ayam kualitas bagus, tidak hanya menentukan harga tapi menentukan juga pasarnya kemana," jelasnya.

Puluhan jenis ayam yang ia miliki saat ini antara lain, shamo khoytradngon paquito Amerika Latin, khoytrad ganoi Thailand, cula cadas, naga banda, naga temurun, suro petir dan masih banyak lainnya. Dipelihara dengan baik di kandang belakang rumah Khris di Desa Temu, Kecamatan Prambon.

Salah satu fitur yang berhasil dikembangkan Khris adalah fitur naga temurun.

"Sisik di kaki belakang itu terbalik. Ternyata memberi satu nilai jual tersendiri," jelas pria kelahiran Sidoarjo 22 November 1981 itu.

Selain itu ada juga ayam satria sinekti dengan fitur kaki ayam tanpa sisik. Lalu ayam bercula. Hasil kawin silang, ayam bangkok dan pakhoy.

Untuk harga jual ayam dia mengungkapkan, jika harga ayam cula paling mahal di antara lainnya. Untuk anakan ayam usia satu bulan saja bisa dihargai Rp 4-5 juta. Jika dewasa, usia 7 bulan bisa Rp 20 juta per ekor. (*/bersambung/vga) Editor : Vega Dwi Arista
#Langka #Ternak Ayam #Impor