Kepedulian terhadap berbagai peninggalan masa lampau terus ditunjukkan Agung Handoko. Usai berhasil menemukan sumur kuno di Desa Pepe Sedati, kini dia kembali menemukan artefek kuno, seperti batu lingga-yoni.
LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo
Penemuan sumur kuno di Desa Pepe Sedati yang tak sengaja, membuat Agung Handoko semakin penasaran dengan misteri masa lalu. Bak gayung bersambut, kini dia semakin cinta terhadap peninggalan masa lalu yang kerap tak dipedulikan masyarakat itu.
"Jadi dari penemuan sumur kuno itu, lalu saya semakin penasaran terhadap berbagai peninggalan masa lalu seperti bebatuan," kata Agung, Kamis (3/6).
Salah satu temuan terbarunya adalah empat batu seperti lingga-yoni, umpak, dorphal hingga batu bata bekas bangunan kuno seperti candi. Berbagai batu itu ditemukan di pemakaman umum Desa Banjarsari, Kecamatan Buduran.
Bahkan salah satu artefak kuno itu memiliki ciri yang unik. Yaitu berbentuk ukiran ular atau naga. Bahkan penemuan itu membuat petugas dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim pun terkejut sekaligus takjub dengan temuan tersebut.
"Sementara kan masih dilihat dan belum dilakukan penelitian lanjutan. Jadi dugaan sementara batu dengan ukiran ular itu diduga lebih tua dari masa Majapahit," ujar mantan guru mata pelajaran otomotif itu.
Kini, Agung masih menunggu tindak-lanjut BPCB Jatim untuk melakukan penelitian atas temuannya itu. Sebab keberadaan benda-benda seperti itu sangat berharga karena memiliki nilai sejarah yang luar biasa termasuk sejarah wilayah Sidoarjo.
"Bayangkan, sekarang banyak batu bata bekas peninggalan masa lalu itu justru dijadikan warga sebagai materil membangun got. Padahal itu kan dulu sangat disakralkan, karena bisa jadi bekas bangunan peribadatan," jelasnya. (*/opi) Editor : Nofilawati Anisa