Tidak banyak yang mengetahui jika Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin ini masih menjadi tempat tinggal ternyaman warganya. Sebagian wilayah desa ini terendam lumpur panas sejak 2006, sehingga memaksa warga terdampak untuk pindah tempat tinggal. Namun ternyata ada 200 kepala keluarga yang menetap disana. Warga yang tersisa ini terus berusaha menunjukkan eksistensi bahwa Desa Ketapang masih ada.
Rizky Putri Pratimi/Wartawan Radar Sidoarjo
Luapan lumpur panas pertama kali muncul pada 29 Mei 2006. Ini menandakan bulan depan tepat 15 tahun tragedi tersebut meluluh lantakkan beberapa desa di Kecamatan Tanggulangin, Jabon dan Porong.
Rumah-rumah warga terendam. Memaksa mereka mencari tempat tinggal di wilayah lain yang lebih layak. Namun ada sebagian warga yang masih bertahan. Seperti warga Desa Ketapang.
Dulu, sebelum tragedi, ada 1400 an KK yang menetap disana. Kini, tersisa 200 KK. Warga pencar tempat tinggal. Ada yang menetap di Desa Kalisampurno Kecamatan Tanggulangin, ada pula yang menetap di Desa Gelam Kecamatan Candi. Aktivitas kemasyarakatan selama 14 tahun seperti mati suri.
Setahun belakangan, warga setempat berusaha merekatkan kembali hubungan ini. Ada kerinduan. Tahun lalu, warga mulai memberanikan diri membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), menggiatkan ibu-ibu PKK dengan senam di Minggu pagi dan beberapa waktu lalu membentuk kepengurusan Karangtaruna.
Camat Tanggulangin Sabino Mariano menjelaskan masih banyak lagi aktivitas yang dilakukan warga. Namun satu tahun ini grafik semangat warga terus naik. Mereka ingin menunjukkan bahwa warga Desa Ketapang ini masih ada. "Justru langkah tersebut sangat baik. Mereka tidak menyerah pada keadaan. Berusaha bangkit bersama-sama," ungkapnya.
Senada dengan Sabino, PJ Kades Ketapang Widya Helita mengatakan aktivitas kemasyarakatan yang kembali menggeliat di wilayahnya ini akan semakin dihidupkan.
"Apalagi ibu-ibu cukup semangat. Karena beberapa tahun lalu sempat vakum. Secepatnya ingin giat warga disini aktif seperti dulu," katanya.
Sementara itu Kusnaini Ketua Penggerak PKK Desa Ketapang menjelaskan komunikasi antar warga masih terjalin baik. Sehingga tidak sulit mengumpulkan ibu-ibu disana. (*/opi)
Editor : Nofilawati Anisa