Di tengah gencarnya teknologi komunikasi, Bagus Heri Setyadji masih konsisten melestarikan warisan budaya. Yakni aksara jawa. Pria yang akrab dipanggil Empu Bagus itu ingin aksara Jawa tetap lestari tidak luntur digerus zaman.
Hendrik Muchlison/Wartawan Radar Sidoarjo
Sebagai bangsa yang terdiri dari beragam suku, Indonesia juga banyak memiliki ragam budaya dan bahasa. Termasuk kekayaan aksara yang digunakan para penduduk yang ada dari Sabang sampai Merauke.
Salah satunya adalah aksara Jawa yang bisa digunakan para penduduk suku Jawa. Warisan aksara Jawa itu tenar digunakan penduduk di masanya. Hal itu terlihat dari naskah-naskah Jawa kuno. Aksara Jawa juga sempat menjadi salah satu mata pelajaran muatan lokal khususnya di wilayah Jawa Timur - Jawa Tengah.
Empu Bagus menceritakan, aksara adalah cikal bakal martabat bangsa. Karena itu patut dilestarikan. "Bangsa yang besar adalah yang memiliki aksara. Contohnya Jepang, Cina, ataupun Arab," imbuhnya.
Karena itulah, Empu Bagus terus bertekat untuk melestarikan salah satu warisan budaya itu. Beragam cara telah digerakkan bersama anggota komunitasnya yang tergabung dalam Paguyuban Pelestari dan Peduli Aksara Jawa Jawa Timur.
Di antaranya dengan menggelar event menulis aksara Jawa di kain sepanjang 21 meter. Kegiatan pada awal Maret itu juga sempat mendapat penghargaan Lembaga Prestasi Indonesia - Dunia. Dengan kategori menulis aksara Jawa pada media kain terpanjang.
Cara lain yang digunakan Empu Bagus adalah dengan membuat ukiran aksara Jawa ke media batu. Atau yang biasa dinamakan prasasti. Ia berharap anak muda maupun semua pihak dapat melestarikan budaya. Mulai dari aksara ataupun karya seni lain yang sangat banyak dimiliki Indonesia. (*/opi) Editor : Nofilawati Anisa