Ikan cupang menjadi salah satu primadona publik di tengah pandemi Covid-19. Selain memilik bentuk yang unik, ikan beragam jenis ini juga bisa memiliki nilai jual tinggi.
Hendrik Muchlison
Wartawan Radar Sidoarjo
Pandemi Covid-19 memang memaksa orang untuk meminimalisir kegiatan di luar rumah. Saat bekerja pun disarankan untuk Work From Home (WFH). Apa daya, tujuannya juga untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19.
Banyaknya waktu di rumah tidak sedikit membuat orang penat. Alhasil beragam aktivitas atau hobby baru bermunculan guna mengusir kepenatan. Memelihara ikan hias dan aduan inilah menjadi salah satunya.
Syahrul, salah satu peternak dan penghobby ikan cupang asal Sidoarjo mengakui jika permintaan ikan cupang di musim pandemi ini naik. “Satu pekan ada sekitar 50 orang beli, padahal biasanya hanya 20-an orang yang mampir,” katanya.
Syahrul menerangkan, ikan cupang memiliki beragam jenis yang bisa menjadi pilihan para penghobby. Mulai dari bentuk yang unik, ukuran, hingga perpaduan warna unik yang melekat pada ikan itu tersendiri.
Beberapa jenis ikan cupang yang populer di antaranya koi cooper, slayer, giant, aduan HMPK, double tail, plakat, serit, hingga halfmoon. Harganya juga beragam, tergantung keunikan dari masing-masing cupang. “Ada yang sampai laku Rp 5 juta,” imbuh Syahrul saat mengikuti kontes ikan cupang di Lippo Plaza Sidoarjo, Jumat (6/11).
Deni, peternak ikan cupang lain menambahkan, perawatan ikan cupang dapat dibilang gampang-gampang susah. Hal itu juga tergantung jenis cupang itu sendiri. “Untuk ganti air misalnya, jenis halfmoon bisa 3-4 hari,” tuturnya.
Soal pengembang biakan untuk menghasilkan warna yang unik juga menjadi tantangan tersendiri bagi peternak. Faktor keberuntungan memang cukup mendominasi. Karena tingkat keberhasilan persilangan genetis yang dilakukan sulit ditebak. “Sangat beruntung jika bisa hasilkan perpaduan warna unik. Harganya pasti mahal,” sebutnya. (*/opi) Editor : Nofilawati Anisa