Mencontoh konsep Mal Pelayanan Publik, kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kecamatan Taman membuat Mal UMKM di bekas bangunan balai latihan kerja dekat Pasar Sepanjang. Dulu bangunan tersebut terkesan seram terlihat dari luar karena lama tak ditempati. Begitu dibersihkan dan tertata, sejak Selasa (8/9) jadi ajang pamer produk dan workshop kerajinan tangan.
Rizky Putri Pratimi
Wartawan Radar Sidoarjo
Bahkan tempat bekas balai latihan kerja ini pernah direncanakan jadi ruang isolasi pasien Covid-19 di wilayah Taman. Meskipun saat itu tempat tidur sudah tersedia, tapi sama sekali ruangan tersebut tidak terpakai. Hingga perlahan warga yang terpapar Covid-19 berangsur pulih.
Daripada kosong, akhirnya ditata ulang oleh ibu-ibu kelompok UMKM. Kesan seram sudah tidak lagi terlihat. Justru sekarang riuh dengan kegiatan koordinasi pengembangan UMKM dari seluruh Kecamatan Taman.
Ketua koordinator UMKM Kecamatan Taman Eva Sanjaya menjelaskan dengan Mal UMKM itu, ia bersama 75 anggota UMKM disana berupaya bisa memenuhi setiap permintaan dari konsumen. Baik itu makanan minuman (mamin) atau kerajinan tangan lain seperti tas rajut, batik, masker atau tempat tisu. "Warga Taman dan Sidoarjo jika ingin mengetahui hasil produk dari ibu-ibu di Kecamatan Taman, bisa kesini," katanya.
Selain tempat pameran, setiap harinya disisi dengan kegiatan pengembangan keterampilan. Seperti membuat motif batik. Yang hasilnya nanti akan dijadikan baju seragam ibu-ibu kelompok UMKM.
Camat Taman Ali Sarbini mengapresiasi kerjakeras ibu-ibu disana. Selain memperkuat pemasaran, Ali ingin Mal UMKM ini jadi jujukan pusat oleh-oleh khas Sidoarjo. Apalagi lokasi Mal UMKM dekat dengan pasar dan stasiun kereta api Sepanjang.
Selama ini, produk UMKM dari Taman sendiri sudah merambah luar kota Delta. "Dengan adanya tempat ini, mereka bisa lebih semangat lagi," harapnya. (*/nis) Editor : Nofilawati Anisa