RADAR SIDOARJO - Di tengah situasi geopolitik dunia dan kondisi ekonomi yang masih berfluktuasi, kabar baik datang bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sidoarjo.
Sebanyak 181.422 Penerima Bantuan Pangan (PBP) menerima bantuan beras dan minyak goreng dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Perum Bulog dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Baca Juga: BHS Usul Beras Bulog Diberi Batas Tanggal Penggunaan saat Tinjau Gudang di Sidoarjo
Total bantuan yang disalurkan mencapai 3.628 ton beras dan sekitar 725.688 liter Minyakita, yang didistribusikan ke 318 desa dan 28 kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung meninjau penyaluran bantuan pangan di Kantor Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Kamis (11/6).
Baca Juga: 36 Ton Beras SPHP Disebar ke 18 Kecamatan untuk Operasi Pasar Murah di Sidoarjo
Di desa tersebut, sebanyak 1.146 warga penerima manfaat tampak mengantre tertib untuk mengambil bantuan yang menjadi bagian dari program pemerintah pusat tersebut.
Subandi mengatakan, bantuan pangan tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: 2.100 Ton Beras SPHP di Sidoarjo Terserap dalam Sepekan
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
"Pada tahun 2026 ini, di tengah kondisi geopolitik dan perekonomian yang belum menentu, alhamdulillah Sidoarjo mendapatkan alokasi bantuan pangan untuk sekitar 181.422 penerima manfaat," ujar Subandi.
Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Targetkan Jual 36 Ton Beras Murah Setiap Hari
Ia menjelaskan, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Sidoarjo memperoleh alokasi bantuan. Namun jumlah penerima di masing-masing wilayah berbeda sesuai data yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
"Ya, semua desa mendapatkan bantuan. Jumlah penerima bantuan pangan mencapai sekitar 181.422 penerima manfaat," katanya.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sedati Sidoarjo, Beras Dijual Rp 11 Ribu per Kilogram
Subandi mengungkapkan, jumlah penerima bantuan pangan di Sidoarjo terus mengalami perubahan setiap tahun. Pada 2024 tercatat sekitar 92.127 keluarga penerima manfaat, kemudian pada 2025 jumlahnya menurun menjadi sekitar 79 ribu penerima. Tahun ini jumlah penerima kembali meningkat drastis.
Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Pemkab Sidoarjo juga berencana kembali menggerakkan penjualan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) setelah penyaluran bantuan pangan selesai dilaksanakan.
"Saya tidak ingin masyarakat Sidoarjo mengalami kesulitan mendapatkan beras akibat kondisi geopolitik dan ekonomi saat ini. Karena itu nanti akan kembali kami gerakkan penjualan beras SPHP," ungkapnya.
Menurut Subandi, beras SPHP akan dipasarkan dengan harga sekitar Rp 11.000 per kilogram dan didistribusikan melalui berbagai saluran, mulai pemerintah daerah, Bulog, TNI, Polri hingga pemerintah kecamatan.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan inspeksi ke pasar-pasar guna memastikan ketersediaan beras SPHP bagi masyarakat.
"Jika di pasar tidak tersedia beras SPHP, maka Bulog harus segera turun tangan agar masyarakat Sidoarjo tetap bisa memperoleh beras dengan harga yang terjangkau," katanya.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Perum Bulog Surabaya Nur Fuad Indra Mitra menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan kali ini merupakan alokasi untuk dua bulan sekaligus.
"Satu bulan itu PBP menerima 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng. Karena kali ini langsung dialokasikan untuk dua bulan, maka satu penerima bantuan menerima 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng," jelasnya.
Ia memastikan seluruh bantuan untuk Kabupaten Sidoarjo telah teralokasi dan dijadwalkan penyalurannya.
"Kami menargetkan penyelesaian penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Sidoarjo pada bulan ini, kurang lebih hingga minggu kedua," ujarnya.
Nur Fuad menambahkan, seluruh desa di Kabupaten Sidoarjo mendapatkan alokasi bantuan, meskipun jumlah penerima di masing-masing desa berbeda-beda sesuai data penerima yang telah ditetapkan.
"Untuk Kabupaten Sidoarjo secara keseluruhan, kami menyalurkan bantuan kepada 181.422 penerima bantuan pangan. Total beras yang disalurkan mencapai kurang lebih 3.628 ton," terangnya.
Sedangkan untuk minyak goreng, Bulog menyalurkan sekitar 725.688 liter Minyakita kepada para penerima manfaat.
Dengan distribusi bantuan yang menjangkau seluruh desa dan kelurahan, Pemkab Sidoarjo berharap kebutuhan pangan masyarakat dapat tetap terjaga sekaligus membantu meringankan beban ekonomi warga di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi saat ini. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista