RADAR SIDOARJO - Memasuki libur panjang Idul Fitri, berbagai sektor transportasi tengah melakukan persiapan untuk menyambut mudik lebaran. Tak terkecuali Bandara Internasional Juanda yang membuka posko mudik 2025 pada Jumat (21/3).
General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Muhammad Tohir mengatakan, pendirian posko merupakan agenda wajib dan rutin yang dilakukan setiap menghadapi mudik dan balik lebaran.
Tujuannya untuk memudahkan petugas bandara dalam memantau arus mudik dan balik pada momentum libur Lebaran tahun ini. Posko angkutan Lebaran didirikan mulai Jumat, 21 Maret hingga Jumat, 11 April 2025.
"Posko ini didirikan di T1 maupun T2 yang diharapkan dapat mengendalikan dan menciptakan penyelenggaraan angkutan udara yang selamat, aman, nyaman, tertib, lancar dan teratur serta area pelayanan bagi penumpang," ungkapnya.
Posko tersebut nantinya akan berlangsung selama 22 hari, sejak H-10 Lebaran sampai H+10 Lebaran. Selain itu, puncak arus kepadatan penumpang diperkirakan terjadi H-3 libur Lebaran.
"Untuk puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Jumat, 28 Maret, sedangkan puncak arus balik terjadi H+6 atau Senin, 7 April 2025," tegasnya.
Ia menjelaskan, pada H-3 Lebaran diperkirakan sebanyak 71.284 penumpang melakukan penerbangan dengan 459 pergerakan pesawat naik sembilan persen. Sedangkan, pada arus balik diperkirakan sebanyak 73.698 penumpang melakukan penerbangan dengan 475 pergerakan pesawat.
"Kalau cargo diperkirakan sebesar 338.186 kilogram pada H-3 dan sebesar 273.138 kilogram pada H+8 Lebaran. Kami berharap apa yang kami prediksikan benar tercapai," sebutnya.
Lebih lanjut, masih menurut Tohir, pihaknya memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang pada libur Idul Fitri kali ini. Meningkat sebanyak 12 persen dari tahun sebelumnya. Mengingat libur Idul Fitri tahun ini cukup panjang.
Terutama dengan adanya program pemerintah terkait turunnya harga tiket pesawat. Sehingga akan banyak masyarakat yang menggunakan momen ini baik untuk mudik maupun berlibur.
Oleh karena itu, Tohir mengimbau kepada seluruh calon penumpang agar berangkat lebih awal. Hal itu guna menghindari kemacetan yang kemungkinan terjadi setiap waktu.
"Bagi para pengguna jasa Bandara Internasional Juanda saat arus mudik atau balik lebaran sebaiknya memperhatikan jam keberangkatan, demi kenyamanan bersama," tuturnya. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto