Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Petambak dan Nelayan Sidoarjo Keluhkan Dampak Banjir Rob, La Nyalla dan Kadin Sidoarjo Serap Aspirasi

Diky Putra Sansiri • Kamis, 20 Maret 2025 | 20:13 WIB
TAMPUNG ASPIRASI : AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat duduk bersama nelayan dan petambak di Sidoarjo, Rabu (19/3). Petambak keluhkan banjir rob. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
TAMPUNG ASPIRASI : AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat duduk bersama nelayan dan petambak di Sidoarjo, Rabu (19/3). Petambak keluhkan banjir rob. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Bencana banjir rob akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sidoarjo belakang ini terus berdampak signifikan pada kehidupan petambak dan nelayan setempat. 

Keluhan banjir rob di Sidoarjo ini diungkapkan dalam pertemuan yang digelar Kadin Sidoarjo bersama anggota DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Hotel Luminor Sidoarjo, Rabu (19/3) petang. Dalam pertemuan ini, juga dihadiri oleh Ketua Kadin Sidoarjo, Ubaidillah Nurdin, dan perwakilan masyarakat tambak, Ahmad Syarif.

Sekretaris Forum Komunikasi Masyarakat Tambak, Ahmad Syarif, menyampaikan, setiap tahun, wilayah Sidoarjo selalu menjadi korban banjir akibat pendangkalan muara sungai. Menurutnya, tekanan air hujan yang meningkat serta air pasang besar mengakibatkan gelembung air yang berakhir di Sidoarjo, sehingga menyebabkan wilayah tambak sering kebanjiran.

"Ada delapan kecamatan yang memiliki tambak di Sidoarjo yang terdampak banjir, mulai dari Kecamatan Waru, Sedati, Buduran, Sidoarjo, Candi, Tanggulangin, Porong, hingga Jabon. Volume air yang terus meningkat menyebabkan banyak tambak jebol, kerugian yang kami alami tak bisa diprediksi," ujarnya.

Ia juga menyebut, banjir rob tahun ini merupakan yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejak banjir rob pada 22 Desember 2024, banyak petambak belum bisa melakukan panen budidaya tambaknya.

"Muaranya ada di Kepetingan, Buduran. Kami berharap agar normalisasi dimulai dari muara, bukan dari atas, supaya air bisa mengalir dengan baik,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya telah berulang kali mengajukan solusi ke DPRD daerah maupun DPRD provinsi, namun belum mendapatkan solusi konkret. Oleh karena itu, ia berharap ada tindakan langsung dari DPD RI agar pemerintah pusat turun tangan menangani masalah ini.

Menanggapi hal ini, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi yang dihadapi para petambak dan nelayan di Sidoarjo. Ia berjanji akan membawa aspirasi ini ke Gubernur Jawa Timur untuk segera mendapatkan solusi.

"Mereka terganggu akibat banjir, tidak bisa lagi melakukan budidaya, sehingga otomatis tidak ada penghasilan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Kita akan bawa masalah ini ke pusat dan berharap segera ada tindakan nyata," ujar LaNyalla.

LaNyalla juga menyoroti pentingnya peran nelayan dan petambak dalam ekonomi nasional, terutama di sektor UMKM dan ketahanan pangan. Oleh karena itu, ia akan berembuk dengan Ketua Kadin untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan ini.

"Nanti salah satunya laporan itu kita bawa ke Jakarta. Bahwa di Sidoarjo ada masalah banjir seperti ini, kalau ada masalah seperti ini di Sidoarjo saya yakin di tempat lain pun juga pasti ada masalah yang sama," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Sidoarjo, Ubaidillah Nurdin, menyampaikan, kondisi cuaca yang ekstrem turut memperparah keadaan, namun ia optimis dengan adanya kolaborasi berbagai pihak.

"Pemerintah daerah sudah mulai melakukan pengerukan sungai dan perbaikan jalan, namun kita perlu lebih banyak langkah preventif untuk mengatasi banjir ini. Ada juga kebijakan dari Bupati Sidoarjo untuk membongkar bangunan liar yang menghambat aliran air, yang harus kita dukung bersama," katanya.

Ia menambahkan, sektor ekonomi Sidoarjo, khususnya nelayan dan petambak, sangat terdampak oleh banjir rob ini. Dengan kontribusi sektor ini sebesar 30 persen, penurunan produktivitas mereka berpengaruh langsung pada daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi di Sidoarjo.

"Jadi harapannya (penanganan banjir rob di Sidoarjo, red) ke depan memang harus dibantu dari pemerintah provinsi dan pusat, kita semua harus bahu-membahu untuk mensukseskan program pemerintah, apalagi tantangan ekonomi global saat ini cukup berat," tandasnya. (dik/gun)

Editor : Guntur Irianto
#DPD RI #la nyalla #Keluhkan #Nelayan #petambak #Kadin #pertemuan #Banjir #rob #aspirasi