SIDOARJO - Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Larangan, Sidoarjo, tercatat mengalami kenaikan. Salah satunya cabai rawit yang sudah menyentuh harga Rp 100-110 ribu per kilogramnya.
Salah satu pedagang di Pasar Larangan, Sidoarjo, Amir mengatakan, harga cabai rawit di lapaknya mengalami kenaikan harga. Kisaran kenaikannya 40 persen dari harga sebelumnya.
"Naik drastis per awal tahun, sekarang Rp 100 ribu per sampai hari ini masih tetap, sebelumnya di harga Rp 70 ribu per kilogramnya di akhir tahun lalu," ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Senin, (13/1).
Tidak hanya cabai rawit, harga cabai merah besar, bawang, dan tomat juga turut mengalami kenaikan. "Cabai merah besar juga mengalami kenaikan, kini harganya Rp 45 ribu per kilogram, bawang putih naik menjadi Rp 40 ribu, sedangkan dan tomat juga meningkat menjadi Rp 10 ribu per kilogram," jelasnya.
Pedagang lainnya, Johan membenarkan kenaikan harga tersebut. Menurutnya, kenaikan harga tahun ini benar-benar sangat drastis.
"Gila-gilaan harganya, cabai rawit yang saya jual sekarang tembus di Rp 110 ribu dari yang sebelumnya Rp 95 ribu per kilogramnya," ungkapnya.
Meroketnya harga cabai rawit, berdampak pula pada harga sayur mayur di lapak miliknya. "Cabai rawit naik, sayur juga ikut naik, tomat dari Rp 15 ribu ke harga Rp18 ribu, Brokoli sekarang Rp 23 ribu dari yang sebelumnya Rp 18 ribu per kilogramnya, begitu juga dengan Kentang, dari Rp 14 ribu menjadi Rp 18 ribu," terangnya.
Joham menduga, kenaikan harga disebabkan karena panjangnya musim hujan. Sehingga berpengaruh ke kualitas harga bahan pokok di pasar.
"Saya rasa karena musim hujan, dari tempatnya bagus, waktu dibawa perjalanan dari Malang kesini kena hujan, itu penyebab kualitasnya jadi turun banyak yang busuk," katanya.
Salah satu pembeli di Pasar Larangan, Sidoarjo, Erin Irawati mengaku merasa terdampak. Ia mengaku, pengeluarannya untuk belanja kebutuhan pokok terutama cabe rawit ikut naik. "Saya ibu rumah tangga, jadi harus berhemat," pungkasnya. (Sai)
Editor : Guntur Irianto