RADAR SIDOARJO - Deltras Sidoarjo sedang menemukan irama terbaiknya. Tim asuhan Widodo Cahyono Putro (WCP) mencatatkan tiga kemenangan dari empat pertandingan terakhir.
Menariknya, kemenangan demi kemenangan itu tak lepas dari peran krusial para pemain pengganti yang menjelma menjadi pembeda.
Pelatih Deltras FC Widodo Cahyono Putro menyebut performa positif timnya merupakan hasil kerja kolektif serta rotasi pemain yang berjalan efektif.
Menurutnya, kedalaman skuad Deltras FC musim ini menjadi kekuatan utama dalam menghadapi padatnya kompetisi.
“Kami selalu menyesuaikan siapa lawan yang dihadapi dan siapa yang akan diturunkan,” ujar pelatih asal Cilacap, Jawa Tengah, tersebut.
Fakta di lapangan membuktikan pernyataan WCP bukan sekadar wacana. Dari tiga kemenangan terakhir Deltras FC, seluruhnya diwarnai kontribusi gol dari pemain pengganti.
Bahkan, jika ditotal, enam dari 10 gol Deltras FC dalam empat laga terakhir lahir dari bangku cadangan.
Rangkaian hasil positif itu diawali saat Deltras FC menang 4-2 atas Persiku Kudus di laga tandang, Minggu (28/12). Selanjutnya, Bima Ragil dkk tampil impresif di kandang dengan menundukkan Kendal Tornado FC 3-1, Minggu (11/1).
Puncaknya, Deltras FC sukses mempermalukan PSIS Semarang dengan skor telak 3-0 di Stadion Jatidiri, Sabtu (17/1).
Satu-satunya hasil minor dalam empat laga terakhir terjadi saat Deltras FC takluk 0-1 dari Persipura Jayapura di Stadion Lukas Enembe, Minggu (4/1).
“Karena itu saya tekankan dan katakan kepada pemain untuk selalu siap saat match. Di posisi apa pun mereka harus siap,” tegasnya.
Dalam menyusun komposisi tim di setiap laga, Widodo mengaku memiliki tiga indikator utama.
“Ada tiga kriteria yang kami lihat, yaitu kondisi fisik, pemahaman taktik, dan mentalitas pemain,” jelasnya.
Ia mencontohkan laga melawan Kendal Tornado FC. Deltras FC sempat tertinggal di babak pertama, namun mampu membalikkan keadaan secara meyakinkan.
“Kita tertinggal di babak pertama, tapi kemudian bisa mengubah situasi. Di situ terlihat bagaimana mentalitas, fisik, dan taktik semua pemain. Itu yang saya apresiasi,” kata Widodo.
Pada laga tersebut, tiga gol Deltras FC tercipta hanya dalam rentang waktu sekitar lima menit. Dua pemain pengganti, Kaka Depriadi dan Thaufan Hidayat, menjadi aktor utama kebangkitan tim.
Hal serupa juga terjadi saat melawan Persiku Kudus. Tiga gol Deltras FC dicetak oleh pemain pengganti, yakni M Irman, M Idris, dan Thaufan Hidayat. Sementara ketika menghadapi PSIS Semarang, satu dari tiga gol Deltras FC dicetak Kaka Depriadi yang masuk dari bangku cadangan.
Hingga pekan ke-16, Deltras FC masih bertengger di posisi kelima klasemen Grup 2 dengan koleksi 27 poin. The Lobster hanya terpaut dua poin dari Kendal Tornado FC yang berada di peringkat keempat dengan 29 poin. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista