
SIDOARJO - Sepak bola Indonesia berduka atas meninggalnya Legenda Timnas dan Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro. Kepergiannya mengejutkan banyak pihak termasuk sahabat dan rekan-rekannya. Tak terkecuali bagi Uston Nawawi.
Salah satu sahabat Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi mengaku kehilangan teman dekatnya itu. Sebab ia sudah bersama sejak masih junior. Ia melihat Bejo Sugiantoro sebagai sosok panutannya selama ini.
"Almarhum ya sudah seperti saudara, sahabat saya, sejak dari junior, senior hingga belajar jadi pelatih, bisa dibilang kami masih satu angkatan," ucapnya saat ditemui Radar Sidoarjo, Rabu, (26/2).
"Kami bermain sama-sama sejak 1997, terus juara (Bersama Persebaya, red) di 2004," imbuhnya.
Menurutnya, Bejo adalah seorang pelatih yang pekerja keras dan disiplin. Dia juga tak kenal kompromi saat menjaga pertahanan dari serangan lawan.
"Saya melihat coach Bejo mempunyai dedikasi yang baik, dia seorang pekerja keras, displin, apalagi sebagai pemain belakang dia pantang dilewati pemain lawan," jelasnya.
Asisten Pelatih Persebaya itu mengaku kaget saat pertama kali mendengar kabar duka. "Saya sendiri kaget dengan informasi meninggalnya Coach Bejo, karena kemarin kan Persebaya latihannya malam, saya dengar dari teman-teman, tapi saya mencoba memastikan kembali ternyata benar," terangnya.
Uston mengenang komunikasi terakhirnya dengan Bejo. Bahkan ia sempat bermain bersama Legenda All Star di Gelora Bung Tomo.
Sementara itu, legenda Persebaya lainnya, Mat Halil juga merasa kehilangan Bejo Sugiantoro. Dia menyebut sosoknya sebagai panutan dalam bermain sepak bola.
"Coach Bejo itu panutan bagi saya, karena yang ngemong saya dari junior hingga saat ini," katanya.
Dia awalnya tidak percaya dengan kepergian Bejo. Sebab sebelumnya, Pelatih Deltras Sidoarjo itu terlihat sehat dan bugar.
"Awalnya saya nggak percaya (Bejo Sugiantoro meninggal) saat ada informasi di grup whatsapp, karena ia terlihat sangat sehat," ungkap Uston. (sai/gun)



