alexametrics
28 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

Relawan Bencana Dilatih Alternatif Usaha

SIDOARJO – Sejumlah relawan penanggulangan bencana Jawa Timur (Jatim) diminta untuk dapat mandiri secara finansial. Kemarin (29/6) belasan relawan bencana Jatim itu dilatih kemandirian finansial, di Desa Sumorame Kecamatan Candi.

Terkait hal itu, Koordinator Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim Dian Harmuningsih mengatakan, pelatihan diberikan agar para relawan bisa mandiri secara finansial. Pihaknya memberi fasilitas pelatihan budi daya maggot (larva lalat).

“Tujuannya agar kita bisa membuka peluang bisnis rumahan. Sebuah usaha yang tidak banyak membutuhkan modal, namun yang pasti hasilnya jelas,” katanya.

Menurutnya, meskipun pelatihan tersebut dibatasi 12 orang karena masih pandemi, tapi diharapkan bisa memberi output yang jelas. Apalagi relawan bencana harus siap siaga membantu kebencanaan dan meninggalkan keluarga.

Harmuningsih mengatakan, pandemi yang berlangsung hampir dua tahun ini memiliki potensi bencana lain. Misalnya bencana ekonomi. Sehingga relawan dan warga yang ikut dalam pelatihan itu, memiliki alternatif usaha yang lain.

“Budi daya maggot sangat potensial. Protein maggot yang mencapai 40 persen sangat bagus untuk ternak. Di sinilah ada peluang yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Apalagi, pembesaran maggot siap pakai tak butuh waktu lama. Mulai dari telur yang hanya membutuhkan waktu sekutar 15-18 hari. Di samping itu, peternak juga akan kewalahan jika harus membudidayakan maggot sendiri.

Harga perkilogram maggot dewasa bisa mencapai Rp 7 ribu. Sedangkan di grosir besar bisa Rp 5 ribu. Selama satu bulan, jika tiap relawan memiliki pembesaran maggot 10 bak saja, maka prediksi penghasilan bisa mencapai Rp 1 juta perminggu.

“Kawan-kawan relawan bisa menyuplai kebutuhan ini dengan menjual maggot dewasa kepada peternak,” jelasnya. (far/vga)

 

SIDOARJO – Sejumlah relawan penanggulangan bencana Jawa Timur (Jatim) diminta untuk dapat mandiri secara finansial. Kemarin (29/6) belasan relawan bencana Jatim itu dilatih kemandirian finansial, di Desa Sumorame Kecamatan Candi.

Terkait hal itu, Koordinator Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim Dian Harmuningsih mengatakan, pelatihan diberikan agar para relawan bisa mandiri secara finansial. Pihaknya memberi fasilitas pelatihan budi daya maggot (larva lalat).

“Tujuannya agar kita bisa membuka peluang bisnis rumahan. Sebuah usaha yang tidak banyak membutuhkan modal, namun yang pasti hasilnya jelas,” katanya.

Menurutnya, meskipun pelatihan tersebut dibatasi 12 orang karena masih pandemi, tapi diharapkan bisa memberi output yang jelas. Apalagi relawan bencana harus siap siaga membantu kebencanaan dan meninggalkan keluarga.

Harmuningsih mengatakan, pandemi yang berlangsung hampir dua tahun ini memiliki potensi bencana lain. Misalnya bencana ekonomi. Sehingga relawan dan warga yang ikut dalam pelatihan itu, memiliki alternatif usaha yang lain.

“Budi daya maggot sangat potensial. Protein maggot yang mencapai 40 persen sangat bagus untuk ternak. Di sinilah ada peluang yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Apalagi, pembesaran maggot siap pakai tak butuh waktu lama. Mulai dari telur yang hanya membutuhkan waktu sekutar 15-18 hari. Di samping itu, peternak juga akan kewalahan jika harus membudidayakan maggot sendiri.

Harga perkilogram maggot dewasa bisa mencapai Rp 7 ribu. Sedangkan di grosir besar bisa Rp 5 ribu. Selama satu bulan, jika tiap relawan memiliki pembesaran maggot 10 bak saja, maka prediksi penghasilan bisa mencapai Rp 1 juta perminggu.

“Kawan-kawan relawan bisa menyuplai kebutuhan ini dengan menjual maggot dewasa kepada peternak,” jelasnya. (far/vga)

 


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags