alexametrics
28 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

Tekan Penularan, IDI Minta Dokter Batasi Jumlah Pasien saat Praktik 

SIDOARJO – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sidoarjo mencatat 10 dokter meninggal dunia selama pandemi Covid-19. Pada 2020 sejak Maret hingga Desember enam dokter meninggal. Dua dokter spesialis dan empat dokter umum. Sedangkan tahun ini sudah empat dokter kehilangan nyawa karena terpapar virus corona.

Ketua IDI Cabang Sidoarjo Eddy Santoso mengatakan, selain meninggal dunia, banyak juga dokter yang terpapar Covid-19.

“Kita mencoba mendata melalui IDI Jawa Timur berapa dokter yang terpapar Covid-19 di Sidoarjo. Data tersebut mereka isi melalui formulir secara daring. Sakitnya mulai kapan, merasakan gejala hingga kapan dia sembuh. Itu dilakukan baru beberapa bulan ini,” katanya.

Menurutnya, pelaporan ini masih belum berada di angka sesungguhnya. Ada yang tidak melaporkan dirinya sakit.

“Banyak yang sudah sembuh. Ada yang masih kritis dan dirawat,” imbuhnya.

Eddy menegaksan, sangat sulit mendeteksi penularan Covid-19 yang terjadi pada dokter. Selain di rumah sakit, penularan bisa terjadi saat dokter tersebut melayani praktik di rumah. Atau penularan terjadi antaranggota keluarga.

Maka dari itu IDI Cabang Sidoarjo memberi sejumlah masukan bagi para dokter agar terhindar dari paparan Covid-19.

“Antisipasi itu banyak. Seperti jangan buka praktik dulu. Kedua praktiklah dengan alat pelindung diri lengkap level tiga atau dua. Batasi pasien saja. Hal ini sudah dilakukan dokter yang sudah senior, dengan ekonomi bagus,” urainya.

Sementara itu, ratusan tenaga kesehatan yang bertugas di Dinas Kesehatan Sidoarjo dan RSUD Sidoarjo terpaksa menjalani isolasi mandiri (isoman).

Berdasarkan data nakes di Sidoarjo yang menjalani isoman adalah yang bertugas di 27 puskesmas yang ada di wilayah setempat. Totalnya mencapai sebanyak 210 perawat, dua di antaranya bidan dan meninggal dunia.

Sedangkan di RSUD Sidoarjo yang harus menjalani isoman sebanyak 134 orang. Secara keseluruhan 344 nakes yang terpapar Covid-19. (rpp/vga)

 

 

SIDOARJO – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sidoarjo mencatat 10 dokter meninggal dunia selama pandemi Covid-19. Pada 2020 sejak Maret hingga Desember enam dokter meninggal. Dua dokter spesialis dan empat dokter umum. Sedangkan tahun ini sudah empat dokter kehilangan nyawa karena terpapar virus corona.

Ketua IDI Cabang Sidoarjo Eddy Santoso mengatakan, selain meninggal dunia, banyak juga dokter yang terpapar Covid-19.

“Kita mencoba mendata melalui IDI Jawa Timur berapa dokter yang terpapar Covid-19 di Sidoarjo. Data tersebut mereka isi melalui formulir secara daring. Sakitnya mulai kapan, merasakan gejala hingga kapan dia sembuh. Itu dilakukan baru beberapa bulan ini,” katanya.

Menurutnya, pelaporan ini masih belum berada di angka sesungguhnya. Ada yang tidak melaporkan dirinya sakit.

“Banyak yang sudah sembuh. Ada yang masih kritis dan dirawat,” imbuhnya.

Eddy menegaksan, sangat sulit mendeteksi penularan Covid-19 yang terjadi pada dokter. Selain di rumah sakit, penularan bisa terjadi saat dokter tersebut melayani praktik di rumah. Atau penularan terjadi antaranggota keluarga.

Maka dari itu IDI Cabang Sidoarjo memberi sejumlah masukan bagi para dokter agar terhindar dari paparan Covid-19.

“Antisipasi itu banyak. Seperti jangan buka praktik dulu. Kedua praktiklah dengan alat pelindung diri lengkap level tiga atau dua. Batasi pasien saja. Hal ini sudah dilakukan dokter yang sudah senior, dengan ekonomi bagus,” urainya.

Sementara itu, ratusan tenaga kesehatan yang bertugas di Dinas Kesehatan Sidoarjo dan RSUD Sidoarjo terpaksa menjalani isolasi mandiri (isoman).

Berdasarkan data nakes di Sidoarjo yang menjalani isoman adalah yang bertugas di 27 puskesmas yang ada di wilayah setempat. Totalnya mencapai sebanyak 210 perawat, dua di antaranya bidan dan meninggal dunia.

Sedangkan di RSUD Sidoarjo yang harus menjalani isoman sebanyak 134 orang. Secara keseluruhan 344 nakes yang terpapar Covid-19. (rpp/vga)

 

 


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags