alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Distribusi Vaksin Covid-19 untuk 900 Ribu Nakes Tuntas Hari Ini

SIDOARJO – Distribusi vaksin Covid-19 untuk 900.000 tenaga kesehatan (nakes) telah dilaksanakan pada 21-27 Januari 2021. Untuk mengurangi risiko keterlambatan, distribusi vaksin Corona ini dilakukan melalui dua jalur, darat dan udara. Estimasi ketibaan di daerah tujuan diperkirakan paling lambat hari ini, 28 Januari 2021.

Juru bicara pemerintah untuk vaksinasi Covid-19, Bambang Heriyanto mengatakan, total 1,8 juta dosis vaksin Corona telah dikirimkan pada tahap kedua ini. Vaksin yang dikirimkan adalah vaksin produk jadi Sinovac. “Vaksin yang telah dinyatakan halal dan suci oleh MUI serta men dapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Only/EUA) dari Badan Pengawas Makanan dan Obat (Badan POM),” ungkap Bambang, Rabu (27/1).

Ia menjelaskan, standarisasi distribusi pengiriman vaksin Covid-19 meliputi keamanan dalam jalur rantai dingin (cold chain) sesuai rekomendasi. Selama pengiriman berlangsung, vaksin Covid-19 dijaga di suhu tertentu. Yaitu tetap pada rentang 2-8 derajat Celcius. “Posisi dan suhu selama dalam perjalanan dari Bio Farma hingga titik akhir pengantaran selalu dipantau,” jelas Bambang yang juga Corporate Secretary PT. Bio Farma.

Distribusi vaksin bukanlah hal baru bagi Bio Farma. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini telah berpengalaman dalam kegiatan pengiriman vaksin ke pelosok negeri untuk berbagai kepentingan program imunisasi lainnya sebelum era pandemi Covid-19. “Prinsip kerja distribusi vaksin dilaksanakan memenuhi standar yang berlaku yaitu good distribution practice (GDP) alias cara distribusi obat yang baik ( CDOB),” jelas Bambang.

Proses pendistribusian vaksin Covid-19 juga didukung oleh fasilitas kesehatan yang ada di seluruh Indonesia. “Telah disiapkan lebih dari 10 ribu puskesmas serta fasilitas kesehatan lainnya,” jelasnya.

Bambang mengharapkan masyarakat Indonesia bersama-sama mendukung program vaksinasi Covid-19 demi pulihnya kesehatan dan bangkitnya perekonomian. Vaksin bertujuan untuk mencapai herd immunity sebagai pagar bagi orang-orang yang tidak bisa divaksin karena usia atau penyakit dan atau faktor lain. “Namun, perlu diingat bahwa Vaksin memang penting tetapi tidak bisa terlepas dari protokol kesehatan 3M. Jadi, walaupun nantinya sudah divaksin COVID-19 untuk tetap disiplin 3M,” tutup Bambang. (awa/opi)

 

SIDOARJO – Distribusi vaksin Covid-19 untuk 900.000 tenaga kesehatan (nakes) telah dilaksanakan pada 21-27 Januari 2021. Untuk mengurangi risiko keterlambatan, distribusi vaksin Corona ini dilakukan melalui dua jalur, darat dan udara. Estimasi ketibaan di daerah tujuan diperkirakan paling lambat hari ini, 28 Januari 2021.

Juru bicara pemerintah untuk vaksinasi Covid-19, Bambang Heriyanto mengatakan, total 1,8 juta dosis vaksin Corona telah dikirimkan pada tahap kedua ini. Vaksin yang dikirimkan adalah vaksin produk jadi Sinovac. “Vaksin yang telah dinyatakan halal dan suci oleh MUI serta men dapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Only/EUA) dari Badan Pengawas Makanan dan Obat (Badan POM),” ungkap Bambang, Rabu (27/1).

Ia menjelaskan, standarisasi distribusi pengiriman vaksin Covid-19 meliputi keamanan dalam jalur rantai dingin (cold chain) sesuai rekomendasi. Selama pengiriman berlangsung, vaksin Covid-19 dijaga di suhu tertentu. Yaitu tetap pada rentang 2-8 derajat Celcius. “Posisi dan suhu selama dalam perjalanan dari Bio Farma hingga titik akhir pengantaran selalu dipantau,” jelas Bambang yang juga Corporate Secretary PT. Bio Farma.

Distribusi vaksin bukanlah hal baru bagi Bio Farma. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini telah berpengalaman dalam kegiatan pengiriman vaksin ke pelosok negeri untuk berbagai kepentingan program imunisasi lainnya sebelum era pandemi Covid-19. “Prinsip kerja distribusi vaksin dilaksanakan memenuhi standar yang berlaku yaitu good distribution practice (GDP) alias cara distribusi obat yang baik ( CDOB),” jelas Bambang.

Proses pendistribusian vaksin Covid-19 juga didukung oleh fasilitas kesehatan yang ada di seluruh Indonesia. “Telah disiapkan lebih dari 10 ribu puskesmas serta fasilitas kesehatan lainnya,” jelasnya.

Bambang mengharapkan masyarakat Indonesia bersama-sama mendukung program vaksinasi Covid-19 demi pulihnya kesehatan dan bangkitnya perekonomian. Vaksin bertujuan untuk mencapai herd immunity sebagai pagar bagi orang-orang yang tidak bisa divaksin karena usia atau penyakit dan atau faktor lain. “Namun, perlu diingat bahwa Vaksin memang penting tetapi tidak bisa terlepas dari protokol kesehatan 3M. Jadi, walaupun nantinya sudah divaksin COVID-19 untuk tetap disiplin 3M,” tutup Bambang. (awa/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/