alexametrics
32 C
Sidoarjo
Monday, 23 May 2022

Bayi Lahir Prematur di Sidoarjo Masih Tinggi

SIDOARJO – Di Sidoarjo masih banyak bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di bawah 2,5 kilogram (kg). Hampir setiap hari ada bayi yang dilahirkan di usia kurang dari 37 minggu atau lahir cukup bulan usia kandungan, namun berat badan di bawah normal. Hal itu membuat ruang inkubator RSUD Sidoarjo selalu penuh.

Apalagi RSUD Sidoarjo sebagai rumah sakit rujukan sehingga banyak menerima 30 persen rujukan bayi BBLR dari wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.

Senin (24/5), hanya tersisa satu inkubator saja di ruang bayi. Kepala Ruangan Inkubator RSUD Sidoarjo Siti Yunaria menjelaskan, di ruang bayi ada 15 inkubator. Di ruang NICU 10 inkubator dan lima inkubator di ruang isolasi Covid-19.

Selama 2020, RSUD Sidoarjo merawat 286 bayi BBLR. Pada 2021 ini, di bulan Januari merawat 34 bayi BBLR. Di Februari 18 bayi, Maret 33 bayi, April 25 bayi, Mei hingga kemarin ada 18 bayi BBLR. “Iya selalu tinggi (bayi BBLR, Red),” ungkapnya.

Vita Shofiyha, dokter spesialis anak menjelaskan, BBLR dipengaruhi ada masalah nutrisi, eklamsi, ada infeksi pada ibu hamil. Kemudian faktor genetik plasenta, sperma atau sel telur.

Tantangnya, di ruang bayi adalah hampir sebagian besar bayi BBLR adaptasi bayi dari kandungan dan saat kelahiran, tidak mulus. Kematangan paru belum bagus.

“Perawatan bayi prematur biasanya lama. Kebutuhan perawatan lebih banyak. Kalau 1,2 kg atau 2,3 kg masing-masing perawatannya beda. Sampai dia stabil rata-rata di atas tujuh hari,” katanya. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Di Sidoarjo masih banyak bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di bawah 2,5 kilogram (kg). Hampir setiap hari ada bayi yang dilahirkan di usia kurang dari 37 minggu atau lahir cukup bulan usia kandungan, namun berat badan di bawah normal. Hal itu membuat ruang inkubator RSUD Sidoarjo selalu penuh.

Apalagi RSUD Sidoarjo sebagai rumah sakit rujukan sehingga banyak menerima 30 persen rujukan bayi BBLR dari wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.

Senin (24/5), hanya tersisa satu inkubator saja di ruang bayi. Kepala Ruangan Inkubator RSUD Sidoarjo Siti Yunaria menjelaskan, di ruang bayi ada 15 inkubator. Di ruang NICU 10 inkubator dan lima inkubator di ruang isolasi Covid-19.

Selama 2020, RSUD Sidoarjo merawat 286 bayi BBLR. Pada 2021 ini, di bulan Januari merawat 34 bayi BBLR. Di Februari 18 bayi, Maret 33 bayi, April 25 bayi, Mei hingga kemarin ada 18 bayi BBLR. “Iya selalu tinggi (bayi BBLR, Red),” ungkapnya.

Vita Shofiyha, dokter spesialis anak menjelaskan, BBLR dipengaruhi ada masalah nutrisi, eklamsi, ada infeksi pada ibu hamil. Kemudian faktor genetik plasenta, sperma atau sel telur.

Tantangnya, di ruang bayi adalah hampir sebagian besar bayi BBLR adaptasi bayi dari kandungan dan saat kelahiran, tidak mulus. Kematangan paru belum bagus.

“Perawatan bayi prematur biasanya lama. Kebutuhan perawatan lebih banyak. Kalau 1,2 kg atau 2,3 kg masing-masing perawatannya beda. Sampai dia stabil rata-rata di atas tujuh hari,” katanya. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/