alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Komisi D Minta Siapkan Langkah Antisipasi Cegah Hepatitis Misterius

SIDOARJO – Belum tuntas masalah Covid-19, kini penyakit hepatitis misterius mulai menyerang anak-anak. Meski belum ada kasus di Sidoarjo, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga diminta menetapkan status waspada terhadap hepatitis misterius tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih mengatakan, pihaknya berencana untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Tujuannya untuk mencegah hepatitis misterius tersebut. Pihaknya tidak ingin kecolongan dan menjadi pandemi. ”Jangan sampai terjadi, sampai terjadi karena yang diserang adalah anak-anak,” ujar politikus PKB tersebut.

Dia mengajak Dinkes untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat akan hepatitis misterius itu. Menurut dia, harus digencarkan sosialisasinya dan upaya pencegahannya. ”Tidak menakut-nakuti, hanya untuk membuat masyarakat waspada,” imbuhnya.

Anggota Komisi D DPRD Bangun Winarso juga akan bekerja sama dengan pemkab untuk segera melakukan langkah antisipasi guna mencegah penyebaran penyakit hepatitis akut yang saat ini mulai terjadi di sejumlah wilayah. Apalagi kini, Kabupaten Sidoarjo sudah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.  Sehingga interaksi anak semakin banyak.

Politikus PAN tersebut menilai penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan sekolah bisa terus dilakukan. Bahkan lebih ditingkatkan walau penularan Covid-19 mulai minim.
Pihaknya juga mendesak agar pemerintah bisa melakukan antisipasi penyakit misterius tersebut secara cepat, walaupun belum dijumpai kasus di Kota Delta. Pihaknya tidak ingin kasus tersebut terulang kembali seperti ledakan Covid-19.

”Sosialisasi perlu digencarkan agar masyarakat tak cemas, penyiapan tenaga medis dan ketersediaan bed di rumah sakit juga diperhatikan,” ujarnya.

Dia menambahkan pemerintah harus punya langkah konkret untuk ke depannya. Termasuk adanya anggaran untuk menyiapkan sarana pra sarana dan tim medis.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Aditya Nindyatman mengatakan, saat ini memang belum ada kasus hepatitis akut yang terdeteksi di Sidoarjo. Adapun 3 orang yang dirawat sebelumnya merupakan penyakit hepatitis biasa, bukan akut. Meski begitu, pihaknya mengimbau masyarakat waspada dan terus melakukan upaya pencegahan agar penyakit tersebut tidak menyebar.

Menurut dia, yang paling utama adalah bagaimana menjaga kebersihan sanitasi. ”Karena hepatitis akut masuk melalui saluran pencernaan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Dinkes berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo untuk memantau prokes di sekolah utamanya kantin dan PKL sekolah. ”Harus ada perhatian khusus bagi PKL dan kantin sekolah agar selalu menjaga kebersihan dagangan mereka,” tandasnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Belum tuntas masalah Covid-19, kini penyakit hepatitis misterius mulai menyerang anak-anak. Meski belum ada kasus di Sidoarjo, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga diminta menetapkan status waspada terhadap hepatitis misterius tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih mengatakan, pihaknya berencana untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Tujuannya untuk mencegah hepatitis misterius tersebut. Pihaknya tidak ingin kecolongan dan menjadi pandemi. ”Jangan sampai terjadi, sampai terjadi karena yang diserang adalah anak-anak,” ujar politikus PKB tersebut.

Dia mengajak Dinkes untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat akan hepatitis misterius itu. Menurut dia, harus digencarkan sosialisasinya dan upaya pencegahannya. ”Tidak menakut-nakuti, hanya untuk membuat masyarakat waspada,” imbuhnya.

Anggota Komisi D DPRD Bangun Winarso juga akan bekerja sama dengan pemkab untuk segera melakukan langkah antisipasi guna mencegah penyebaran penyakit hepatitis akut yang saat ini mulai terjadi di sejumlah wilayah. Apalagi kini, Kabupaten Sidoarjo sudah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.  Sehingga interaksi anak semakin banyak.

Politikus PAN tersebut menilai penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan sekolah bisa terus dilakukan. Bahkan lebih ditingkatkan walau penularan Covid-19 mulai minim.
Pihaknya juga mendesak agar pemerintah bisa melakukan antisipasi penyakit misterius tersebut secara cepat, walaupun belum dijumpai kasus di Kota Delta. Pihaknya tidak ingin kasus tersebut terulang kembali seperti ledakan Covid-19.

”Sosialisasi perlu digencarkan agar masyarakat tak cemas, penyiapan tenaga medis dan ketersediaan bed di rumah sakit juga diperhatikan,” ujarnya.

Dia menambahkan pemerintah harus punya langkah konkret untuk ke depannya. Termasuk adanya anggaran untuk menyiapkan sarana pra sarana dan tim medis.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Aditya Nindyatman mengatakan, saat ini memang belum ada kasus hepatitis akut yang terdeteksi di Sidoarjo. Adapun 3 orang yang dirawat sebelumnya merupakan penyakit hepatitis biasa, bukan akut. Meski begitu, pihaknya mengimbau masyarakat waspada dan terus melakukan upaya pencegahan agar penyakit tersebut tidak menyebar.

Menurut dia, yang paling utama adalah bagaimana menjaga kebersihan sanitasi. ”Karena hepatitis akut masuk melalui saluran pencernaan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Dinkes berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo untuk memantau prokes di sekolah utamanya kantin dan PKL sekolah. ”Harus ada perhatian khusus bagi PKL dan kantin sekolah agar selalu menjaga kebersihan dagangan mereka,” tandasnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/